LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar Marketing dari Inventure, Yuswohady, mengatakan, pasar muslim justru tidak terpengaruh dengan adanya pandemi Covid-19. Justru, kata dia, pandemi menjadikan konsumen Indonesia mengutamakan produk halal dibanding produk lain.
Baca Juga: Pasar Muslim Berkembang Pesat di Indonesia, Ini Pemicunya Menurut Yuswohady
Dalam teori
marketing, pada awalnya kebutuhan hanya terbagi ke dalam dua jenis, yakni kebutuhan fungsional dan kebutuhan emosional. Namun sejak pasar muslim berkembang di Indonesia, muncul kebutuhan baru yakni kebutuhan spiritual.
Pada masa pandemi ini, kata Yuswohady, ada 3 tren besar berkaitan dengan pasar muslim. Pertama, tren go digital. Umat Islam makin melek digital. Tidak lepas dari anjuran beraktivitas dari rumah untuk menghindari penyebaran wabah covid-19.
Kedua, go spiritual. Market muslim semakin spiritual. Masyarakat menyaksikan kematian semakin dekat dengan adanya pandemi. Hal Itu membuat mereka memperkuat ibadah.
"Justru di masa pandemi orang itu semakin spiritual, mereka go spiritual, sehingga mereka juga mencari produk-produk yang punya spiritual value,” kata Yuswohady dalam Webinar LANGIT7.ID, Rabu (22/9/2021).
![Yuswohady: Produk Muslim Justru Kian Diminati di Tengah Pandemi]()
Ketiga, go empatik. Pandemi memicu sikap empati masyarakat meningkat. Donasi seperti sedekah dan zakat sangat marak. Banyak organisasi kemanusiaan terjun ke tengah masyarakat untuk membantu mereka yang terdampak covid-19.
“Jadi, pandemi bukannya membuat pasar muslim itu surut, tapi justru menggeliat lebih lanjut. Masa depan pasar Indonesia adalah pasar muslim, karena 89 persen masyarakat kita adalah masyarakat muslim. Ketika konsumen ini makin lama makin religious, konsumsinya selalu dikaitkan dengan spiritual
value, maka nanti produk apapun, tren produk spiritual
value ini makin menggelembung,” tutur Yuswohady.
(jqf)