Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Cara Menyimpan Daging yang Benar agar Tetap Segar dan Halal

tim langit 7 Kamis, 16 April 2026 - 14:54 WIB
Cara Menyimpan Daging yang Benar agar Tetap Segar dan Halal
LANGIT7.ID-Jakarta; Pengelolaan daging menjadi faktor krusial dalam menjaga kualitas pangan, terutama karena sifatnya yang mudah rusak. Tanpa penanganan yang tepat, daging dapat cepat mengalami penurunan mutu, baik dari sisi keamanan, kesegaran, maupun kehalalannya. Karena itu, pemahaman tentang cara menyimpan dan mengolah daging menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Daging memiliki kandungan protein berkualitas tinggi dan asam amino esensial yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi. Selain mudah dicerna, konsumsi daging juga mendukung pertumbuhan serta membantu proses regenerasi jaringan tubuh. Namun, manfaat tersebut hanya dapat diperoleh jika kualitas daging tetap terjaga sejak awal hingga dikonsumsi.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Madya Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, Dr. Sri Usmiati, menegaskan pentingnya peran daging sebagai sumber nutrisi. “Daging merupakan sumber protein hewani yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga mudah diserap oleh tubuh, sehingga sangat penting dalam pemenuhan gizi masyarakat,” jelas Sri Usmiati, dilansir dari situs halalmui, Kamis (16/4/2026).

Di balik nilai gizinya, daging juga rentan mengalami perubahan setelah proses pemotongan. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh faktor fisiologis, kimiawi, hingga mikrobiologis yang dapat mempercepat pembusukan. “Daging tanpa penanganan yang tepat dalam waktu lebih dari sehari dapat mengalami pembusukan dan menimbulkan aroma tidak sedap. Karena itu, penanganan cepat dan tepat menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Untuk memastikan kualitasnya, daging harus memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Ciri daging segar dapat dilihat dari warna merah cerah, aroma khas yang tidak menyengat, serta tekstur yang kenyal. Selain itu, daging juga harus terbebas dari kontaminasi bakteri, parasit, maupun residu kimia berbahaya.

Aspek legalitas turut menjadi perhatian. Daging yang beredar wajib berasal dari rumah potong hewan resmi yang memenuhi regulasi. Hal ini penting untuk melindungi konsumen sekaligus menjamin keamanan dalam rantai distribusi.

Kehalalan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan daging. Proses penyembelihan harus sesuai syariat Islam, mulai dari kondisi hewan hingga tata cara pemotongan. “Kehalalan daging harus dijaga sejak proses penyembelihan hingga distribusi. Jika salah satu tahap tidak sesuai, maka status kehalalannya bisa diragukan,” terang Sri Usmiati.

Setelah memastikan kualitas dan asal daging, tahap penyimpanan menjadi kunci untuk mempertahankan mutu. Daging sebaiknya dipilih dalam kondisi segar dengan warna merah cerah, tidak berbau menyengat, dan memiliki tekstur kenyal. Pembelian juga dianjurkan dari tempat terpercaya atau yang telah bersertifikat halal.

Kebersihan saat pengolahan harus dijaga dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang daging. Peralatan yang digunakan juga perlu bersih dan dipisahkan dari bahan lain untuk mencegah kontaminasi silang.

Suhu penyimpanan menjadi faktor penting dalam menjaga kesegaran. Untuk konsumsi jangka pendek, daging dapat disimpan di kulkas dengan suhu 0–4°C. Sementara untuk penyimpanan lebih lama, daging sebaiknya ditempatkan di freezer dengan suhu -18°C menggunakan wadah tertutup atau kemasan kedap udara.

Durasi penyimpanan juga perlu diperhatikan. Daging segar sebaiknya diolah dalam waktu 1–2 hari dan tidak dianjurkan untuk dibekukan kembali setelah dicairkan. Perubahan warna, bau, dan tekstur harus menjadi indikator sebelum daging digunakan.

Pengemasan yang baik turut membantu menjaga kualitas. Penggunaan plastik food grade atau metode vacuum pack dapat mengurangi paparan udara. Memberikan label tanggal penyimpanan juga penting untuk memudahkan pengawasan.

Selain itu, kehalalan harus tetap dijaga selama proses penyimpanan dan pengolahan. Daging tidak boleh tercampur dengan bahan non-halal, serta peralatan yang digunakan harus bebas dari kontaminasi bahan haram.

Penanganan pascapanen seperti pelayuan, pemotongan, pembersihan, hingga pengemasan memiliki peran besar dalam menjaga mutu daging. Proses yang tepat mampu menghambat pertumbuhan bakteri sekaligus mempertahankan kandungan nutrisi.

Inovasi teknologi juga mulai diterapkan dalam pengemasan, salah satunya melalui kemasan pintar yang dapat mendeteksi tingkat kesegaran daging. Teknologi ini membantu konsumen memastikan kelayakan produk sekaligus mengurangi risiko pemborosan.

Sebagai bagian dari penguatan sistem halal, LPH LPPOM terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung implementasi kewajiban sertifikasi halal melalui layanan pemeriksaan yang profesional dan kredibel. Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga pemeriksa halal, dan pelaku industri, implementasi sertifikasi halal pada 2026 diharapkan berjalan optimal sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen dan daya saing industri halal nasional.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)