Dalam Alquran dikatakan Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan yang didatangkan ilmu. Maksudnya orang-orang yang belajar. Orang-orang yang memiliki tingkat keilmuan yang baik itu Allah angkat derajatnya.
Dunia merupakan tempat persinggahan sementara yang tidak kekal nan abadi. Banyak manusia yang terlena dengan germelapnya perhiasan dunia, sehingga mereka mengejar dan mencintainya hingga ujung akhir hayat.
Dia mengatakan, adab pertama dalam membaca Al-Quran yang dianjurkan oleh para ulama Salafus Shalih yaitu hendaknya membaca dalam kondisi yang sempurna.
Manusia tak luput dari dosa dan kesalahan, karenanya sangat penting untuk berbenah diri dengan cara muhasabah diri. Bermuhasabah diri ini berarti mengevaluasi perbuatan, tutur kata, dan amal yang telah dilakukan.
Ada satu fitnah yang cukup ditakuti Nabi Muhammad SAW menimpa umat Islam. Hal tersebut bukan lah kefakiran, melainkan saat kaum muslimin di masa kejayaan.
Umat Islam dianjurkan menggiatkan amal shalih, sementara hasilnya diserahkan kepada Allah SWT. Sebab Rabb tetap akan melihat proses dan ikhtiar hamba-Nya.
Umat Islam tak boleh anti terhadap harta. Sebab hal tersebut pada dasarnya baik, hanya saja bisa menjadi buruk karena ulah mereka yang salah memanfaatkannya.
Dalam hidup, Allah Ta'ala akan memberi ujian pada setiap hambanya, baik yang beriman atau tidak. Namun, ada perbedaan ujian yang diterima oleh manusia.
Pendakwah Habib Dr Abdurrahman Al-Habsyi menilai tidak semua infak bernilai ibadah. Salah satunya mereka yang melakukan amalan tersebut, namun berbuat maksiat.
Sepanjang sejarah hidup Rasulullah beberapa kali mengalami fitnah. Tudingan negatif yang diterima karena masyarakat saat itu terusik dan menggagalkan dakwah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.