LANGIT7.ID - , Jakarta - Dalam hidup, Allah Ta'ala akan memberi ujian pada setiap hambanya, baik yang
beriman atau tidak. Namun, ada perbedaan
ujian yang diterima oleh manusia.
Ustaz Abdurrahman Al Habsyi mengatakan dalam Islam ada yang namanya ujian, siksa, dan azab. Setiap hamba Allah akan mengalami ujian dan cobaan, sesuai dengan kadar yang ditetapkan.
Baca juga: Tafsir Surat Al Anbiya' Ayat 35: Tentang Ujian HidupSebagaimana tercermin dalam surah Al Baqarah ayat 286,
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفۡسًا اِلَّا وُسۡعَهَا ؕ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا اكۡتَسَبَتۡؕ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَاۤ اِنۡ نَّسِيۡنَاۤ اَوۡ اَخۡطَاۡنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَاۤ اِصۡرًا كَمَا حَمَلۡتَهٗ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِنَا ۚرَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ ۚ وَاعۡفُ عَنَّا وَاغۡفِرۡ لَنَا وَارۡحَمۡنَا ۚ اَنۡتَ مَوۡلٰٮنَا فَانۡصُرۡنَا عَلَى الۡقَوۡمِ الۡكٰفِرِيۡنَ
Artinya, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir'."(Al-Baqarah: 286).
Maka itu, tidak ada hamba Allah di bumi ini yang tidak mendapatkan cobaan. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 155,
وَلَـنَبۡلُوَنَّكُمۡ بِشَىۡءٍ مِّنَ الۡخَـوۡفِ وَالۡجُـوۡعِ وَنَقۡصٍ مِّنَ الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَنۡفُسِ وَالثَّمَرٰتِؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيۡنَۙ
Wa lanablu wannakum bishai'im minal khawfi waljuu'i wa naqsim minal amwaali wal anfusi was samaraat; wa bashshiris saabiriinArtinya, "Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."
Baca juga: UAS: Ujian Merupakan Cara Menuju Pintu Surga Tertinggi"Jadi senjata untuk menghadapi ujian itu Allah sebutkan yakni sabar. Aksi sabarnya itu, setiap musibah yang datang mereka sikapi dengan mengatakan innalillahi wainna ilaihi rojiun," ujar Ustaz Rahman kepada Langit7, Selasa (22/11/2022).
Lalu, akankah ujian yang datang pertanda akan dinaikkan derajat orang tersebut?
Ustaz Rahman menjelaskan bila Allah menurunkannya pada hamba yang beriman, maka itu adalah ujian. Sebaliknya bagi orang yang durhaka, ujian adalah bentuk teguran.
"Jadi, bagi orang-orang kafir dan ingkar kepada Allah SWT itu adalah hukuman atau azab. Dan bagi orang yang beriman ujian itu sebagai anak tangga untuk dinaikkan derajatnya oleh sang pencipta," katanya.
Baca juga: Kenikmatan dan Musibah adalah Ujian dari Allah SWTDikatakan dalam sebuah hadis,
إذا أحَبَّ اللهُ قومًا ابْتلاهُمْ
Artinya, "Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji." (HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath, 3/302. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 285).
"Dan dari situ Allah akan lihat bagaimana dia menyikapi ujian yang sedang dihadapi tersebut. Jika dia menyikapi dengan penuh kesabaran berarti dia akan dinaikan derajatnya. Karena dia betul-betul cinta sama Allah dibuktikan ketika ada ujian, dia tetap datang pada Allah, dia tidak mencari sandaran lain selain Allah," imbuh Ustaz Rahman.
(est)