LANGIT7.ID, Jakarta -
Umat Islam tak boleh anti terhadap harta. Sebab hal tersebut pada dasarnya baik, hanya saja bisa menjadi buruk karena ulah mereka yang salah memanfaatkannya.
Habib Abdurrahman Al Habsyi dalam kajiannya mengatakan, Allah SWT berfirman dalam surat Al Humazah bahwa celaka lah orang-orang yang menghitung-hitung hartanya.
"Dalam surat tersebut disampaikan bahwa 'mereka mengira harta akan mengekalkan mereka'. Namun Allah SWT katakan tidak, dan mereka akan dilemparkan ke neraka Hutamah," kata Ustadz Rahman sapaan akrabnya dalam kajian bulanan yang diikuti
Langit7, Ahad (27/11/2022).
Baca Juga: Ustaz Hanan: Bersyukur dan Sisihkan Harta Bentuk Kesempurnaan ImanHarta ini, kata dia, terkadang sampai mengganggu manusia sampai usia senja. Nabi SAW pernah bersabad, anak cucu adam akan menjadi tua renta, lalu ada 2 hal yang masih tetap bersama mereka yakni rakus dan panjang angan-angan.
"Dikatakan 2 hal tersebut sekaligus, karena orang yang rakus akan panjang angan-angan dan mereka yang panjang angan-angan, dekat dengan kerasukan," ujarnya.
Menurut dia, 2 hal itu tak boleh diikuti dan harus dilawan dengan keimanan serta keyakinan. Umat Islam jangan sampai mencintai harta sampai berlebihan, sampai melebihi cintanya kepada Allah SWT.
"Harta pada asalnya baik, karena dari Dzat yang Maha Baik. Tapi bisa buruk karena disalahgunakan oleh orang-orang yang mencintai harta untuk hal yang tidak bernilai," ujarnya.
(bal)