LANGIT7.ID, Jakarta - Pendakwah milenial Ustaz Hanan Attaki mengatakan, mengucap alhamdulillah ketika seorang mukmin mendapatkan rezeki berupa harta itu belum sempurna. Meskipun hal tersebut juga merupakan suatu bentuk syukur.
Ustaz yang dikagumi kaum milenial ini menambahkan, seorang mukmin yang hebat ketika mendapatkan rezeki tidak hanya sekedar mengucap alhamdulillah saja. Tetapi juga menyisihkan kepada orang yang membutuhkan bantuan.
"Kalau kita mendapat nikmat yang pertama kita pikirkan selain bersyukur kepada Allah dalam bentuk lisan, kemudian yang kita pikirkan apa? Ini siapa yang bisa saya tolong, gitu harusnya," kata Ustaz Hanan dikutip di kanal Shift Media, Selasa (8/11/2022).
"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain," jelasnya.
Dia menuturkan, setelah mendapatkan nikmat tersebut, kita boleh saja membeli apa yang kita inginkan, seperti baju baru, sepatu dan lain sebagainya. Tetapi alangkah baiknya menyisihkan harta untuk bersedakah.
Baca Juga: UBN Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Hadapi Tahun PolitikPria berusia 40 tahun ini turut mengingatkan agar setiap mukmin tidak terlena dengan nikmat yang Allah berikan. Kendati menikmati hidup tidak dilarang dalam agama.
"Saya tidak melarang untuk tidak menikmati hidup, karena Allah saja tidak melarang. Yang dilarang kita mencintai hidup di dunia lebih dari pada surga," ujarnya.
Karena itu, alangkah baiknya kita sebagai seorang mukmin untuk peduli sesama ketika mendapatkan rezeki berupa harta. Sebab harta kekayaan hanyalah titipan dari Allah SWT. Seperti firman-Nya dalam surat An-Nahl ayat 28:
وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ
Artinya: Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.
(zhd)