Al-Quran menyebut hanya sebagian kecil manusia yang amalnya dinilai layak dibalas dengan syukur oleh Allah. Siapa mereka, dan bagaimana cara meraihnya? Tafsir para ulama memberi jawabannya.
Nikmat terlalu banyak untuk dihitung. Tapi Al-Quran merinci apa saja yang wajib disyukuri: dari hidup hingga kemerdekaan. Syukur adalah kesadaran tentang siapa manusia dan siapa Tuhan.
Syukur tak mengenal jam atau ruang. Al-Quran menunjukkan: pagi, petang, lapang, sempit. Dunia hingga akhirat. Bersyukur adalah keadaan batin yang terus hidup, tak berhenti pada nikmat semata.
Al-Quran menegaskan hanya sedikit manusia yang mampu bersyukur. Di ruang batin setiap orang, syukur adalah perjuangan menuju martabat hamba yang mengenali dirinya dan Tuhannya.
Syukur dalam pengertian ini bukan hanya rasa terima kasih, tapi bentuk apresiasi ilahiah terhadap kesungguhan makhluk-Nya. Namun tidak semua usaha manusia mendapat respons ini.
Perkara doa merupakan perkara yang seringkali dinomor-sekiankan oleh orang-orang yang mengedepankan rasionalitas. Padahal dalam akidah Islam, ikhtiar adalah nomor sekian
Luangkan waktu sejenak dan renungkan cara berterima kasih kepada Allah SWT atas segala sesuatu yang telah dianugerahkan. Jika ditelusuri lebih dalam, maka akan didapati daftar keluhan selama ini.
Manusia harus bersujud dan taat kepada Allah SWT karena sebuah alasan. Itu karena manusia merupakan mahluk ciptaan-Nya. Dalam hal ini, ideologi harus dikunci terlebih dahulu.
Pendakwah milenial Ustaz Hanan Attaki mengatakan, pentingnya menanamkan rasa syukur di dalam hati kita. Sebab Allah sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur dalam kondisi apapun.