LANGIT.ID, Jakarta - Di antara bentuk peringatan yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya dalam bentuk musibah dan bencana alam. Salah satunya gempa bumi.
Tapi terkadang dalam bentuk angin kencang yang memporak-porandakan berbagai bangunan, terkadang dalam bentuk gelombang pasang, hujan besar yang menyebabkan banjir, termasuk peperangan di antara umat manusia.
Semuanya bisa menjadi potensi untuk mengingatkan manusia agar mereka takut dan berharap kepada Allah.
Murkakah alam ini? Sudah tidak bersahabatkah alam dengan manusia? Salah siapakah ini? Apakah karena alam memang sudah rusak, atau karena manusia terlalu rakus sehingga selalu merusak alam?
Dalam Kitab Mu'jam Imam Tabrani melalui hadits Ibnu Lahi'ah dari Rabi'ah Al-Hadasi yang mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"Hati-hatilah kalian terhadap bumi, karena sesungguhnya bumi adalah ibu kalian, dan sesungguhnya tiada seorang manusia pun yang melakukan suatu perbuatan di atasnya, apakah amal baik atau amal jahat, melainkan ia pasti akan menceritakannya."
Setiap bencana yang terjadi bisa saja sebagai ujian bagi orang yg beriman, teguran bagi yang durhaka dan azab bagi mereka yang ingkar.
Namun semua bencana sejatinya menghadirkan rasa takut dan itu sebagai sunnatullah.
Allah berfirman:
وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا
"Tidaklah kami mengirim tanda-tanda kekuasaan itu (berupa musibah dan sejenisnya), selain dalam rangka menakut-nakuti mereka." (QS. Al-Isra’: 59).
Ada banyak perenungan yang patut kita lakukan jika musibah datang menghampiri kita. Ia datang tentu dengan sebab. Dan salah satu sebabnya adalah saat manusia banyak meninggalkan jejak kemaksiatan, kedurhakaan bahkan perlawan kepada Sang Maha Kuasa.
Dari Ummu Salamah, Nabi SAW pernah bersabda:
"Apabila perbuatan maksiat dilakukan secara terang-terangan pada umatku, maka Allah akan menimpakan adzab-Nya secara merata.” Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah di antara mereka saat itu ada orang-orang saleh? Beliau bersabda, “Benar.” Ummu Salamah kembali bertanya, “Lalu apa yang akan diterima oleh orang ini? Beliau menjawab, “Mereka mendapatkan adzab sebagaimana yang dirasakan masyarakat, kemudian mereka menuju ampunan Allah dan ridha-Nya."(HR. Ahmad 6:304).
Dan satu hal penting yang patut kita pahami adalah bahwa gempa bumi merupakan salah satu tanda akan makin dekatnya Hari Kiamat.. tentu di hari itu huru haranya jauh lebih dahsyat dari gempa yang melanda bumi saat ini.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
"Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu, sesungguhnya keguncangan Hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat dahsyat." (QS Al-Hajj: 1).
Saat gempa bumi terjadi, mari sama-sama kita bacakan doa:
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢّ ﺇِﻧّﻲْ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﻓِﻴْﻬَﺎ، ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ؛ ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّﻫَﺎ، ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ
"Yaa Allah, aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi dan keburukan atas apa yang terjadi di dalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan."
Semoga Allah Melindungi kita semua.
A.Rahman Habsyi(bal)