Dunia merupakan tempat persinggahan sementara yang tidak kekal nan abadi. Banyak manusia yang terlena dengan germelapnya perhiasan dunia, sehingga mereka mengejar dan mencintainya hingga ujung akhir hayat.
Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dapat melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Bisa juga melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah.
Habib Abdurrahman Al-Habsyi mengingatkan, kehidupan manusia di dunia sangat singkat. Ibarat seorang musafir yang singgah berteduh dan akan segera melanjutkan perjalanan.
HATI ibarat raja. Setiap prajurit tentunya akan patuh dengan perintah-perintah dari rajanya. Maka dari itu, dibutuhkan hati yang bersih agar prajuritnya melakukan sesuatu yang bersih pula.
Lebaran, bagi umat Islam, dianggap sebagai momentum paling tepat untuk saling memaafkan. Dengan harapan kembali ke nilai-nilai yang fitri. Walaupun sejatinya saling memaafkan bisa dilakukan kapan saja, tanpa harus menunggu bulan Syawal.
Shalat yang dilakukan oleh seorang hamba belumlah dikatakan sempurna apabila tak disertai 'kehadiran' hati. Suatu kondisi jiwa yang dalam kamua Islam disebut dengan khusyuk.
Berbuat baik ini bisa dilakukan dengan membantu orang lain dan membantu sesama yang kesusahan. Perbuatan menolong, termasuk sedekah bisa membuat orang itu hidup lebih bahagia dibanding orang yang tidak suka menolong.