LANGIT7.ID, Jakarta -
Saudaraku yang mulia, ketahuilah bahwa saat kita menyimpan kebencian dalam hati pada seseorang, itu sama saja dengan melukai diri sendiri.Oleh: Abdul Rahman HabsyiBetapa sia-sia dan merana hidup kita, jika hari-hari hanya dihiasi dendam yang tak berkesudahan.
Tiga hal yang menghantarkan kita ke arena mulia dunia akhirat, yaitu:
1. Memaafkan orang yang menzalimimu
2. Menyambung tali silaturahim terhadap orang yang memutuskannya, dan
3. Sabar ketika engkau diremehkan.
Lebaran, bagi umat Islam, dianggap sebagai momentum paling tepat untuk saling memaafkan. Dengan harapan kembali ke nilai-nilai yang fitri.
Baca Juga: Hikmah Rahmani: Sepenuh HatiWalaupun sejatinya saling memaafkan bisa dilakukan kapan saja, tanpa harus menunggu bulan Syawal.
Jika diri ini mudah memaafkan, berarti sedang merangkai bingkai ketulusan dan keikhlasan.
Memaafkan adalah melapangkan, sedangkan memupuk dendam adalah menghancurkan. Memaafkan membawa Anda kepada kebahagiaan. Tidak memaafkan menarik Anda kepada kegelisahan.
Memaafkan menyucikan dan mencerahkan, sedangkan melepaskan dendam mencemari hati dan melemahkan jiwa.
Baca Juga: Identik Dipakai Shalat, Benarkah Sarung Asli dari Indonesia?Memaafkan bisa saja tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi, tetapi yakinlah, memaafkan akan memperbaiki keadaan dan mempermudah masa depan. Sebagaimana dalam hadits dinayatakan:
"Barangsiapa memaafkan kesalahan orang lain, maka Allah akan memaafkan kesalahannya pada hari kiamat". (HR Ahmad Nomor 7122).
Ayo. Sempurnakan harimu nan fitri dengan menghadirkan rasa maaf dan mencampakkan energi dendam.
Barakallah fiikum.
Sahabat Iman(zhd)