Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 Juli 2026
home global news detail berita

Hikmah Rahmani: Sepenuh Hati

redaksi Sabtu, 30 April 2022 - 16:31 WIB
Hikmah Rahmani: Sepenuh Hati
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Ibadah itu unik. Ia tak seperti aktivitas duniawi. Ia membutuhkan partisipasi dua organ sekaligus "jasad dan hati".

Oleh: Abdul Rahman Habsyi (ARH)

Shalat yang dilakukan oleh seorang hamba belumlah dikatakan sempurna apabila tak disertai 'kehadiran' hati. Suatu kondisi jiwa yang dalam kamua Islam disebut dengan "khusyuk".

Lalu, apa artinya berdiri, ruku' dan sujud jika tak disertai "kehadiran hati"?

Disinilah keunikan tadi. Ada parameter multi-dimensi dalam pelaksanaan ibadah. Karena ibadah tak hanya menilai aktivitas fisik saja. Parameter hati yang merupakan 'ruh' dari ibadah itu sendiri dan merupakan wujud "beresnya" seorang hamba dengan Rabbnya.

Baca Juga: Hikmah Rahmani - Energi Kebaikan

Saudaraku... Khusyuk dalam shalat, keikhlasan dalam ber-infaq dan ibadah lainnya adalah bukti 'kehadiran' hati itu.

Apa arti shalat tanpa khusyuk, sedekah tanpa keikhlasan, haji tanpa ada ketundukan dan kepasrahan?

Kita sering kecolongan dan tertipu dengan aktivitas fisik semata. Kita sering terjebak pada rutinitas ibadah tanpa ruh.

Baca Juga: Bisakah Memahami Isra Mi’raj Lewat Pendekatan Sains?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَجُعِلَتْ قُرَّةَ عَيْنٍ فِيْ الصَّلَاةِ

“Dan telah dijadikan penghibur (penghias) hatiku (kebahagiaanku) pada shalat.” (HR. An-Nasai [7/61] Nomor 3939, 3940, Ahmad [3/128] Nomor 14069).

Jika ibadahmu sepenuh hati padaNya, maka engkau pasti bahagia. Tetaplah bahagia dan berkah selalu. Alfaqier.

Majelis Sahabat Iman Peduli

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan