Merasa dirinya benar adalah hak semua orang. Akan tetapi jika hal itu berlebihan dan merasa benar sendiri, bahkan sempurna maka akan berbahaya, baik terhadap dirinya sendiri maupun juga terhadap orang lain.
Mayoritas manusia terjebak di dalam kebahagiaan fisik, yang merupakan kebahagiaan terendah di alam semesta, karena memang semua manusia pernah merasakan kebahagiaan fisik ini.
Ustaz Rahman mengungkapkan, dalam potongan Surat An-Nur ayat 61 ini ditegaskan, bagaimana Islam menganggap sama dan setara antara yang memiliki keterbatasan fisik dengan yang lainnya.
Cinta merupakan perasaan jiwa, getaran hati, pancaran naluri, dan terpautnya hati seseorang. Karena itu jangan lah memvonis cinta itu suatu hal yang haram.
Lebaran, bagi umat Islam, dianggap sebagai momentum paling tepat untuk saling memaafkan. Dengan harapan kembali ke nilai-nilai yang fitri. Walaupun sejatinya saling memaafkan bisa dilakukan kapan saja, tanpa harus menunggu bulan Syawal.
Shalat yang dilakukan oleh seorang hamba belumlah dikatakan sempurna apabila tak disertai 'kehadiran' hati. Suatu kondisi jiwa yang dalam kamua Islam disebut dengan khusyuk.
Tunangan merupakan persiapan menuju pernikahan yang melibatkan kedua belah pihak keluarga. Prosesi ini juga menjadi penanda bahwa kedua calon pengantin ini terikat ke jenjang yang lebih serius.
Nabi Yaqub ketika mendengar berita sangat menyedihkan, yaitu anak kesayangannya Nabi Yusuf diberitakan telah di makan oleh serigala. Beliau langsung mengadu kepada Allah.
Islam sangat tinggi dalam memandang nilai-nilai pertemanan. Bahkan Rasulullah SAW pernah bersabda, Jiwa-jiwa manusia ibarat pasukan. Bila saling mengenal menjadi rukun dan bila tidak saling mengenal menimbulkan perselisihan. (HR. Muslim)
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga (QS. Ar Rahman: 46). Para ulama saat menafsirkan ayat di atas mengatakan, seorang hamba mustahil mendapatkan surge akhirat jika tidak mampu ciptakan surge dunia.