LANGIT7.ID - , Jakarta -
Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan pandangan salah kaprah tidak mengapa tak salat asal berkelakuan baik. Menurut dai asal Banten itu, tidak salat asal baik merupakan tindakan tidak beradab kepada Allah.
Salat lima waktu adalah
kewajiban seorang muslim dan yang sengaja meninggalkannya berdosa. Adapun berbuat baik kepada sesama juga merupakan perintah agama yang sama pentingnya.
Baca juga: Kisah Pesepak Bola Hatayspor Selamat dari Gempa karena Salat SubuhNamun, bagi seorang muslim, berbuat baik saja tidak cukup tanpa menegakkan
salat. Orang yang meninggalkan salat sama saja tidak berakhlak kepada Allah meskipun ia selalu berkelakuan baik.
“Cara berpikirnya yang salah, tidak salat itu sudah tidak bagus, sudah tidak berakhlak. Salah satu ciri hamba yang tak berakhlak itu dan tingkat tidak berakhlak paling tinggi itu tidak salat,” kata UAH dikutip Langit7.id, Rabu (1/3/2023).
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, seseorang yang berbuat baik pada sesama merupakan adab kepada sesama. Sedangkan menegakkan salat adalah cara seorang
hamba berakhlak kepada Sang Pencipta.
“Anda tidak sopan terhadap orangtua itu akhlaknya masih terhadap hamba ke hamba. Enggak sopan terhadap Allah, enggak salat itu enggak sopan terhadap pencipta,” kata UAH.
Baca juga: Salat Subuh Bermanfaat Buat Kesehatan Jika Ikut Pola Tidur RasulullahDia menjelaskan perbedaan adab dengan akhlak. Adab adalah perbuatan baik kepada sesama manusia yang dilatih lewat pendidikan. Sementara akhlak dihasilkan dari kewajiban salat yang terjaga.
Firman Allah dalam Surat Al Ankabut ayat 45:
اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ
Artinya: Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.
UAH menjelaskan, secara etimologi dalam bahasa Arab kata “akhlak” (أخلاق) adalah bentuk jamak dari kata “khuluq” (خلق), yang berakar dari kata kerja “khalaqa” (خلق), yang berarti “menciptakan”. Kata “khuluq” diartikan dengan sikap, tindakan, dan kelakuan.
Baca juga: Manfaat Membaca Surah Al-Waqiah, Bisa Jadi Wirid setelah Subuh“Yang tercipta makhluk, penciptanya khalik, karakternya akhlak. Makanya kata khalaqa disandingkan dengan ibadah”. Simak firman
Allah dalam Surat Az Zariyat ayat 56:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Artinya: Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.
(est)