Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home masjid detail berita

Muhasabah Diri Tak Terbatas Waktu, Bisa Dilakukan Kapan Saja

Fifiyanti Abdurahman Kamis, 22 Desember 2022 - 18:45 WIB
Muhasabah Diri Tak Terbatas Waktu, Bisa Dilakukan Kapan Saja
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Manusia tak luput dari dosa dan kesalahan, karenanya sangat penting untuk berbenah diri dengan cara muhasabah diri. Bermuhasabah diri ini berarti mengevaluasi perbuatan, tutur kata, dan amal yang telah dilakukan.

Bagi sebagian orang akhir tahun dianggap menjadi momen tepat untuk bermuhasabah diri. Sehingga di tahun selanjutnya dapat mengubah diri menjadi lebih baik lagi.

Namun, bagi sebagian lagi melihat semua waktu tepat untuk melakukan introspeksi diri. Lalu, kapan momen yang pas untuk muhasabah diri?

Baca juga: Lewat Muhasabah Diri, Aliah Sayuti Mampu Lampaui Masa Sulit

Ustaz Abdurahman Al Habsyi mengatakan konsep muhasabah dilakukan setiap saat, waktu dan setiap detik. Artinya tidak memilih momentum-momentum tertentu.

"Bermuhasabah harusnya setiap hari. Ketika kita memasuki waktu pagi kita bermuhasabah tentang apa yang telah kita lakukan sejak sore hari kemarin sampai waktu pagi ini. Kemudian saat sore hari kita bermuhasabah lagi tentang apa yang telah dilakukan di pagi hari hingga menjelang sore. Sehingga mereka yang rajin melakukan muhasabah, maka akan terkontrol hidupnya dan jauh lebih bermakna hidupnya," ujar Ustaz Rahman kepada Langit7, Kamis (22/12/2022).

Pun begitu, Ustaz Rahman tak mempermasalahkan masyarakat yang melakukan muhasabah di akhir tahun. Bahkan, tambahnya, hal tersebut jauh lebih baik daripada merayakan tahun baru dengan pesta pora.

"Daripada di akhir tahun diisi dengan acara yang hura-hura atau pesta pora yang mana akhirnya berujung pada kemaksiatan, maka alangkah baiknya di akhir tahun tersebut diisi dengan muhasabah," katanya.

Baca juga: Manfaat Muhasabah: Membersihkan Hati

Dia menambahkan, manfaatkan momen berkumpul bersama teman dan keluarga sebagai perenungan.

"Setelahnya renungi kembali niat apa yang telah kita tanamkan di awal tahun yang lalu namun belum terlaksana. Kemudian, apa yang bakal kita lakukan di masa-masa mendatang atau di tahun-tahun berikutnya," ucapnya.

Ustaz menjelaskan kitab Arbain Nawawiyah karya Imam an-Nawawi, Rasulullah SAW bersabda, "Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir."

"Ini merupakan acuan muhasabah bahwasanya, 'Hai manusia engkau hidup di dunia ini, tidak bakal tinggal lama. Engkau ini orang asing yang tiba-tiba ada kemudian nanti bakalan tiada dan cuma sebentar'," papar Ustaz Rahman.

Menurut Ustaz Rahman, orang asing tentunya tidak leluasa ketika berada di suatu tempat. Sebagaimana seorang musafir yang mengetahui tidak adakan tinggal lama dan selalu berpindah dari satu titik ke titik berikutnya.

Baca juga: Malam Tahun Baru, UAS Sarankan Takmir Masjid Gelar Pengajian dan Muhasabah

"Seorang musafir tentunya ketika berjalan dia penuh dengan kehati-hatian agar sampai pada titik tujuan berikutnya. Ada tujuan yang ingin dituju maka dia menyiapkan bekal sebagai persiapan. Dan ada kehati-hatian dalam perjalanannya. Kemudian banyak opsi yang dia pikirkan kalau terdapat hal-hal yang terjadi," tandas Ustaz Rahman.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)