Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar mengajak seluruh umat Islam dan elemen bangsa untuk memperbanyak muhasabah, munajat, serta taqarub ilallah atau mendekatkan diri pada Allah SWT.
Di penghujung tahun, nasihat-nasihat dari para ulama terdahulu dapat menjadi bahan muhasabah bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun mendatang.
Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz mengajak muhasabah (evaluasi) pada hari-hari terakhir di tahun 2024
Kami mengajak masyarakat menghadiri acara ini untuk merenungkan perjalanan hidup dan bersama-sama mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global berdaya saing, kata Aceng di Jakarta, Minggu (29/12).
Penghujung tahun, momen yang istimewa, bukan sekadar akhir dari sebuah kalender, tetapi juga waktu untuk merenung, mengevaluasi diri, serta mempersiapkan langkah baru.
Banyak orang memanfaatkan momen akhir tahun untuk mengevaluasi perbuatan dan pencapaian selama setahun, serta merencanakan perbaikan diri di tahun baru.
Akhir tahun sering kali dijadikan momen refleksi diri oleh sebagian orang untuk mengenang dan mengevaluasi perbuatan yang telah dilakukan selama setahun terakhir.
Cendekiawan Muslim, Prof M. Quraish Shihab menjelaskan, bahwa refleksi diri dalam Islam disebut dengan muhasabah. Sementara resolusi adalah hasil dari muhasabah itu sendiri.
Akhir tahun biasanya menjadi moment untuk merenung. Merenungkan kembali perjalanan hidup yang telah dilalui. Dalam tradisi Islam, refleksi atau muhasabah
Pergantian tahun masehi tinggal menghitung hari. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH Abdullah Zaidi mengajak umat Islam bermusabah.
26 Rabiul Akhir mengungkap kisah luar biasa tentang keadilan dan perubahan dalam Islam. Dari wafatnya Umar bin Abdul Aziz hingga pertempuran heroik, hari ini menjadi saksi transformasi umat. Meski sering terlupakan, tanggal ini menyimpan pelajaran berharga tentang kepemimpinan dan keteguhan iman yang masih relevan di era modern. Mari jadikan momen ini sebagai inspirasi untuk terus memperbaiki diri dan masyarakat.
Ada banyak penyebab-penyebab stres, di antaranya yakni numpuknya tugas sekolah ataupun pekerjaan dan kesepian. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk menghilangkan stres berlebih agar dapat menjalani hidup dengan bahagia.
Pendakwah, Ustaz Ahmad Jauharuddin mengatakan kebahagiaan seseorang terletak pada bagaimana ia mengatur serta bermuhasabah pada dirinya, baik dalam perkara kecil maupun besar.