26 Rabiul Akhir mengungkap kisah luar biasa tentang keadilan dan perubahan dalam Islam. Dari wafatnya Umar bin Abdul Aziz hingga pertempuran heroik, hari ini menjadi saksi transformasi umat. Meski sering terlupakan, tanggal ini menyimpan pelajaran berharga tentang kepemimpinan dan keteguhan iman yang masih relevan di era modern. Mari jadikan momen ini sebagai inspirasi untuk terus memperbaiki diri dan masyarakat.
Ada banyak penyebab-penyebab stres, di antaranya yakni numpuknya tugas sekolah ataupun pekerjaan dan kesepian. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk menghilangkan stres berlebih agar dapat menjalani hidup dengan bahagia.
Pendakwah, Ustaz Ahmad Jauharuddin mengatakan kebahagiaan seseorang terletak pada bagaimana ia mengatur serta bermuhasabah pada dirinya, baik dalam perkara kecil maupun besar.
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengingatkan agar kaum mukmin bijak dalam menyikapi segala hal. Tidak hanya condong ke perkara dunia saja, namun juga harus seimbang dengan perkara akhirat.
Seperti apa pun yang bakal terjadi di kehidupan ini, yakinlah bahwa hanya Allah-lah Sang Maharaja yang berkuasa untuk mengatur dan membuat berbagai hal menjadi mungkin. Hanya dengan izin-Nya sesuatu dapat terjadi.
Sekretaris Umum Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Okrisal Eka Putra, mengungkapkan, musibah berupa bencana alam merupakan cara Allah memanggil manusia untuk mendekat kepada-Nya.
Tenaga Ahli Bidang KUB Dewan Da'wah ini menuturkan, umat muslim juga harus menyadari bahwa ajaran agama Islam itu terdiri dari tiga aspek. Yakni akidah, hablum minallah, dan hablum minannas.
Keadaan sehat, nyaman, banyak uang, dan berkuasa adalah sebab paling sering suatu kaum atau bangsa kemudian lalai dari mengingat Allah Ta'ala. Bahkan, kemudian menjadi orang-orang yang mengingkari akan aturan-Nya.
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam untuk melakukan introspeksi dan evaluasi diri atas capaian spiritual di penghujung 2022.
Manusia tak luput dari dosa dan kesalahan, karenanya sangat penting untuk berbenah diri dengan cara muhasabah diri. Bermuhasabah diri ini berarti mengevaluasi perbuatan, tutur kata, dan amal yang telah dilakukan.
Bermula dari muhasabah diri, Influencer Kebaikan Aliah Lestari Sayuti berhasil melalui masa-masa sulit yang dialami dalam hidupnya. Hal itu bermula ketika Aliah bergabung di Dompet Dhuafa pada tahun 2018.
Pengasuh Pondok Pesantren Rumah Tahfiz Tunarungu Darul AShom, Yogyakarta, Ustaz Abu Kahfi menyebut muhasabah sebagai jalan mengoreksi dan menyerahkan diri kepada Allah SWT.
Setiap kesalahan dalam bentuk apapun yang bahkan menyinggung orang lain tentunya mengakibatkan dosa. Apalagi dapat menyebabkan dampak negatif terhadap orang yang tersinggung.