LANGIT7.ID, Jakarta - Beberapa waktu lalu, seluruh dunia merayakan pergantian tahun baru 2022 ke 2023. Selaras dengan semakin tua usia dunia semakin dekat juga kita dengan ajal. Untuk itu, sebagai umat muslim kita semestinya merenungi sisa hidup lalu bermuhasabah agar menjadi pribadi lebih baik lagi.
Ajal datang menjemput bisa kapan saja dan tidak ada yang tahu kecuali Allah SWT. Sejauh ini, apakah kita sudah cukup memiliki bekal agar pantas menjadi penghuni surga-Nya.
Bahkan Allah memperingatkan kepada hamba-hamba-Nya bahwa ajal pasti menjemput tanpa mengenal usia, baik dalam kondisi apapun. Allah berfirman dalam surat Lukman ayat 34:
وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Artinya: Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.
Baca Juga: Buya Yahya: Mudahnya Mendapat Hidayah Allah SWTTerkait ayat tersebut, Profesor tafsir Universitas Islam Madinah, Syekh Prof Dr Abdullah bin Abdul Aziz menjelaskan dalam Tafsir Ash-Shaghir bahwa sejatinya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Memberitahu.
"Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan dia kerjakan besok," katanya.
"Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi siapa yang akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Memberitahu," imbuhnya.
Maka dari itu, dengan waktu sisa hidup kita yang ada, sudah seharusnya dimanfaatkan dengan mengisi hal-hal yang lekat dengan kebaikan. Serta menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Memang sejatinya Manusia tak luput dari dosa dan kesalahan, sebab itu sangat penting untuk berbenah diri dengan bermuhasabah. Dengan muhasabah, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik, mawas diri, dan bijaksana. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 269:
يُؤْتِى ٱلْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ ٱلْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِىَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
Artinya: Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).
Dalam hal ini, pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengingatkan agar kaum mukmin bijak dalam menyikapi segala hal. Tidak hanya condong ke perkara dunia saja, namun juga harus seimbang dengan perkara akhirat.
UAH menjelaskan bahwa ketika mendapatkan rezeki dari jerih payah diri sendiri harus mampu menggunakannya dengan bijak. Jangan sampai rezeki yang Allah berikan dari hasil kerja keras malah digunakan untuk bermaksiat.
"Rezeki itu sudah di atur, yang belum jelas itu surga anda. Makanya gunakan rezeki anda untuk mencari surga anda itu poinnya," kata UAH dalam kajiannya di kanal Adi Hidayat Official, dikutip Kamis (5/1/2023).
Dengan demikian, sebelum waktu penyesalan itu datang, kita sebagai umat muslim harus selalu bertakwa, meningkatkan keimanan, melakukan hal-hal baik, dan terus berdoa kepada Allah SWT agar diberi petunjuk dalam kebenaran.
Baca Juga: Jadi Aktor Lagi, Ridwan Kamil Bakal Main Sinetron Religi Ramadan(zhd)