LANGIT7.ID - , Jakarta - Pendakwah, Ustaz Ahmad Jauharuddin mengatakan
kebahagiaan seseorang terletak pada bagaimana ia mengatur serta
bermuhasabah pada dirinya, baik dalam perkara kecil maupun besar.
Karenanya, ketika ada orang yang senantiasa bermuhasabah dari setiap ucapan maupun perbuatan maka ia akan selalu berpikir sebelum melakukan sesuatu.
Baca juga: Dunia Semakin Tua, Renungi Sisa Hidup dengan Muhasabah"Maka dia akan mengatur ucapannya supaya dicintai dan diridohi Allah. Begitu pula setiap perbuatannya bagaimana supaya dicintai dan menjadi
ridho Allah dalam setiap langkah-langkahnya. Serta bagaimana agar hatinya mendapatkan ridho dari Allah. Maka, itu sungguh adalah keberuntungan yang sangat besar," ujar Ustaz Ahmad kajian bertajuk Hisablah Dirimu Sebelum Kamu Dihisab, Sabtu (7/1/2022).
Allah berfirman dalam surat An-Nazi’at ayat 40 dan 41,
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفْسَ عَنِ ٱلْهَوَىٰ
Artinya: Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,
فَإِنَّ ٱلْجَنَّةَ هِىَ ٱلْمَأْوَىٰ
Artinya: Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).
"Memang susah kita menahan hawa nafsu. Kita diberikan suatu kelebihan yaitu nafsu tapi malaikat tidak dikasih nafsu. Kemudian kita dikasih akal tapi binatang tidak punya akal. Nah, bagaimana kita memanfaatkan kelebihan yang Allah berikan? Yaitu supaya bisa membedakan mengenai hak dan mana yang batil," katanya.
Baca juga: Muhasabah Penghujung Tahun: Evaluasi dan Resolusi Seorang MukminRasulullah SAW bersabda:
"Orang yang cerdas adalah yang menekan nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian, sedangkan orang dungu adalah yang mengikuti hawa nafsunya dan mengangankan kepada Allah berbagai angan-angan." (Hadits diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, nomor 2459).
Setiap manusia, lanjut Ustaz Ahmad, akan kembali kepada Allah SWT untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan membawa amal jariah.
"Banyak orang menganggap dirinya seorang muslim dan muslimin, walaupun dia tidak beramal yang penting ia punya iman pasti masuk surga," ucapnya.
Padahal, Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hasyr ayat 18 dan 19,
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18-19).
Baca juga: Muhasabah 2022, Imam Besar Istiqlal Ajak Introspeksi Capaian Spiritual"Kita diperintahkan oleh Allah setiap saat dan setiap waktu bermuhasabah karena itu adalah orang yang berbahagia. Selama ini orang lebih suka bukan introspeksi diri tetapi menyoroti sikap orang lain yang kurang bersahabat dengan kita. Nggak lihat kekurangan dirinya, terus aja lihat sama orang lain," ucap Ustaz Ahmad.
Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, "Beruntunglah orang yang sibuk dengan aibnya sendiri tidak memperdulikan aib-aib orang lain, lalu ia menafkahkan kelebihan dari hartanya dan menahan mulutnya, dan ia rajin mengamalkan sunnah serta tidak mau mengerjakan hal yang bid’ah." (HR. Ad-Dailami melalui Anas r.a.).
"Selama Anda sibuk dengan kekurangan orang lain maka mustahil bisa melihat kekurangan diri sendiri. Karenanya, Allah SWT memerintahkan agar senantiasa bermuhasabah kepada Allah," kata Ustaz Ahmad.
Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, itu akan memudahkan hisab kalian kelak. Timbanglah amal kalian sebelum ditimbang kelak. Ingatlah keadaan yang genting pada hari kiamat."
"Saat kita akan dihadapkan dengan yang namanya Yaumul Hisab (salah satu nama hari kiamat), di mana setiap amal perbuatan kita akan diperhitungkan di hadapan Allah dan sedikitpun tidak ada yang luput dari pengadilan Allah," cetusnya.
Baca juga: Lewat Muhasabah Diri, Aliah Sayuti Mampu Lampaui Masa Sulit(est)