Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home masjid detail berita

Habib Abdurrahman Al Habsyi: Hukum Berinfak tapi Bermaksiat

mahmuda attar hussein Ahad, 20 November 2022 - 19:50 WIB
Habib Abdurrahman Al Habsyi: Hukum Berinfak tapi Bermaksiat
Ilustrasi orang suka berinfak tapi bermaksiat. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Pendakwah Habib Abdurrahman Al-Habsyi menilai tidak semua infak bernilai ibadah. Salah satunya mereka yang melakukan amalan tersebut, namun berbuat maksiat.

"Ada orang yang berinfak tapi dia maksiat," kata Habib Dr Abdurrahman Al-Habsyi saat mengisi pengajian Majelis Taklim Al-Ikhlas di Masjid Al-Ikhlas Bosowa Bina Insani, Bogor, Jumat (18/11/2022).

Dalam pengajian tersebut, Habib Abdurrahman mengupas tafsir Surat Al-Lail ayat 1-6, yang artinya:

"Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) (1); demi siang apabila terang benderang (2); demi penciptaan laki-laki dan perempuan (3); sungguh, usahamu memang beraneka macam (4); maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa (5); dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga)."

Baca Juga: Habib Abdurrahman: Fase Hidup Manusia Sangat Singkat, Hanya 4 Episode

Dia menyebutkan beberapa contoh orang yang berinfak tapi maksiat. "Pertama, orang yang mengeluarkan infak karena riya. Yakni, ingin mendapatkan pengakuan atau pujian dari orang lain," kata Habib Abdurrahman.

Termasuk, kata dia, orang yang melaksanakan haji berulang-ulang agar dipuji orang. Kedua, berinfak karena ujub. Yakni, membanggakan diri sendiri dan merasa diri sendiri paling hebat.

Ketiga, berinfak dengan mengungkit-ngungkit pemberiannya tersebut. Allah SWT mengingatkan di dallam Alquran Surat Al Baqarah ayat 264, yang artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir." (QS Al Baqarah 264).

Keempat, mengeluarkan infak bukan di tempat yang diredhai oleh Allah SWT. "Misalnya berinfak untuk kegiatan atau acara yang di dalamnya ada maksiat kepada Allah," tuturnya.

Kelima, berinfak masih punya utang yang belum dilunasi. "Suka bagi-bagi uang kepada orang miskin, tapi utangnya di mana-mana. Itu juga termasuk maksiat. Harusnya lunasi ulang terlebih dahulu. Sebagai orang yang punya utang, dia adalah orang yang berhak untuk menerima infak terlebih dahulu," ujarnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)