LANGIT7.ID, Jayapura - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, optimistis ekosistem dari E-Sports tanah air semakin kuat sehingga dapat mendorong naiknya kontribusi ekonomi digital terhadap perekonomian nasional.
Hal tersebut dikatakannya saat membuka Eksibisi E-Sports PON XX Papua yang berlangsung pada Selasa (21/9) malam, di Hocky Indoor, Doyo Baru, Jayapura.
"Saya menyampaikan terima kasih atas diperkenankannya E-Sports menjadi salah satu cabang olahraga dalam eksibisi PON Papua. Ini merupakan dorongan motivasi yang besar dalam pengembangan dan penguatan ekosistem E-Sports di tanah air," kata Sandiaga.
Baca juga:
Sandiaga Bakal Kembangkan Pariwisata Berbasis Misteri dan SejarahDalam hal ini, Sandiaga menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya untuk mendorong naiknya kontribusi ekonomi digital terhadap perekonomian nasional. Industri gim, termasuk E-Sports, merupakan salah satu peluang bisnis yang potensial ke depan.
Hal tersebut dibuktikan dengan sumbangan industri E-Sports pada tahun 2019 tercatat sebesar 1,3 miliar dolar AS. Dalam setahun, pendapatan industri E-Sports mampu tumbuh sebesar 33% menjadi 1,8 miliar dolar AS.
"Tidak hanya ditangkap sebagai sebagai market, namun Indonesia juga secara aktif menjadi pelaku," ujar Sandiaga yang juga merupakan Pembina Pengurus Besar E-Sports Indonesia (PBESI).
Di sisi lain, penyelenggaraan eksibisi ini juga menjadi bentuk pembuktian kesiapan para pihak yang terlibat seperti event organizer (EO), tim yang bertanding serta masyarakat, akan pentingnya penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE yang ketat dan disiplin.
"Melihat peluang yang ada pada industri kreatif ini, bukan tidak mungkin Indonesia dengan segala kesiapan dapat menjadi tuan rumah bagi event pertandingan E-sports sejenis, baik dalam skala nasional maupun internasional kedepannya," jelasnya.
Baca juga:
Sandiaga Dukung Pengembangan Sektor Ekraf di BanyuwangiKetua KONI Pusat, Letjen Marsciano Norman, mengatakan pihaknya mendukung sepenuhnya pengembangan E-Sports di tanah air. Antusiasme yang tinggi dari masyarakat menjadi bukti betapa besarnya potensi E-Sports di Indonesia.
"Melihat apa yang kita saksikan bersama tadi, betapa besar potensi E-Sports di Indonesia. Dengan fakta-fakta yang ada, diharapkan ada anak-anak Indonesia nanti akan muncul sebagai yang terbaik di E-Sports dunia," kata Marsciano.
Sebagai informasi, ada empat kategori yang dipertandingkan dalam gelaran E-Sports kali ini, yaitu PUBG Mobile (19.664 atlet dari 4.916 tim), Free Fire (13.608 atlet dari 3.402 tim), Mobile Legends: Bang Bang (11.985 atlet dari 2.397 tim) dan Pro Evolution Soccer (3.838 atlet).
Bersamaan dengan Eksibisi Esports PON XX Papua 2021 yang berlangsung hingga 26 September 2021, PBESI juga menyelenggarakan pertandingan persahabatan Lokapala, sebuah gim bergenre MOBA karya asli anak bangsa, Anantarupa Studios. Mengusung misi pemberdayaan industri gim lokal, pertandingan persahabatan Lokapala diikuti oleh 810 atlet dari 162 tim.
(sof)