LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mendorong pengembangan histourism atau pariwisata berbasis misteri dan sejarah. Hal tersebut diungkapkannya saat berbincang bersama Sara Wijayanto dalam Instagram Live Ngantri (Ngobrol Bareng Mas Menteri).
Dalam obrolan tersebut, Sandiaga mengungkapkan jika Indonesia memiliki berbagai cerita mistis dan berkaitan dengan sejarah. Ia pun akan melakukan riset serta data yang selama ini dipelajarinya dalam mengembangkan histourism sebagai salah satu pariwisata andalan.
"Jadi ini diskusi yang saya ingin perdalam. Berdasarkan data dan jurnal-jurnal akademik, karena yang ingin kita lakukan ialah pariwisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan lingkungan berbasis storynomics nature dan culture," kata Sandiaga seperti dikutip dari Instagram miliknya @sandiuno, Selasa (21/9).
Baca juga:
Sandiaga Dukung Pengembangan Sektor Ekraf di BanyuwangiBerdasarkan fakta, Menparekraf menjelaskan bahwa genre film paling populer di belahan dunia salah satunya genre horor. Ia pun mencontohkan jika di tempat-tempat wisata atau rekreasi seperti Dufan, Disneyland, hingga Universal Studios yang paling ramai dikunjungi ialah rumah hantu.
Sandiaga meyakini jika pariwisata berbasis misteri dan sejarah ini merupakan salah satu potensi yang sangat menarik untuk dikembangkan.
"Berdasarkan data-data ini, kami kelola satu histourism yang sudah dilakukan penelitian. Ini salah satu potensi untuk dikembangkan karena memang pariwisata dalam konteks misteri memiliki story telling yang sangat kuat dan menjadi daya tarik pariwisata ke depannya," ujarnya.
Baca juga:
Sejak Dibuka, Candi Prambanan Hanya Dikunjungi 643 PelancongDalam kesempatan itu, Sara Wijayanto mengaku siap untuk mengajak Menparekraf pergi ke salah satu tempat wisata yang kental dengan sejarahnya, salah satunya Kota Tua. Sara mengaku bukan untuk mencari makhluk-makhluk asral, melainkan menceritakan sejarah tempat tersebut.
"Bukan penelusuran lihat ini, engga gitu. Tapi lebih membahas tentang apa yang pernah ada di situ, kisahnya, dan itu bukan cerita yang menakutkan," kata Sara.
(sof)