Langit7, Jakarta - Topik ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) mulai menjadi fokus dan perhatian besar, baik di Indonesia mau pun dunia.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng mengatakan, walaupun literasi terkait eksyar masih rendah, tapi tetap mengalami tren peningkatan.
Indonesia memiliki cita-cita sebagai negara maju pada 2045. Menurutnya, hal itu dapat dicapai dengan optimis, asalkan pertumbuhan ekonomi dapat didorong pertumbuhannya dan berkelanjutan.
"Oleh karena itu, jika kita hanya mengandalkan pola pertumbuhan seperti saat ini, tampaknya akan sulit. Kita perlu mencari sumber pertumbuhan yang baru," ujarnya di Webinar Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah: Sharia Economic and Financial Outlook 2022, Jumat (3/12).
Baca juga: RUPS PLN Mengangkat Darmawan Prasodjo sebagai Direktur UtamaIa menyebutkan, salah satu yang potensi dapat dikembangkan dalam hal ini yaitu eksyar. Di mana saat krisis pandemi Covid-19, kinerja pasar keuangan syariah justru mengalami perbaikan.
Berdasarkan laporan International Islamic Financial Market, penerbitan sukuk global jumlahnya mencapai USD174 miliar di tahun 2020. Angka tersebut meningkat hampir 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Sejalan dengan itu laporan dari Islamic Financial Services Board 2020-2021 juga mengungkapkan aset industri keuangan syariah global naik USD2,4 triliun pada akhir 2020 atau meningkat hampir 11 persen (yoy)," jelasnya.
Di Indonesia sendiri, kinerja ekonomi dan keuangan syariah juga mencatatkan perbaikan. Di mana pada September 2021, pertumbuhan pembiayaan syariah mencapai 7,3 persen (yoy).
"Hal itu di atas performa atau lebih baik dari perbankan konvensional yang hanya tumbuh 2,21 persen (yoy)," jelasnya.
Baca juga: SiHalal Beri Kemudahan Pelaku UMK Kantongi Sertifikat HalalAngka dan perkembangan itu, lanjut dia, menjadi keyakinan yang perlu terus dikembangkan secara baik dan konsisten. Hal itu dilakukan demi menjadikan eksyar di Indonesia sebagai tumpuan untuk meraih pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan bisa berkelanjutan.
"Tentu sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia tidak boleh ketinggalan untuk terus mengembangkan potensi yang sudah dimiliki," ujarnya.
(zul)