alexametrics
kalender Rabu, 19 Januari 2022
home home & garden detail berita
Pilih Kloset Jongkok atau Kloset Duduk? Ini Anjuran Rasulullah
muhammad rifai akif Jum'at, 10 Desember 2021 - 14:07 WIB
Pilih Kloset Jongkok atau Kloset Duduk? Ini Anjuran Rasulullah
Interior kamar mandi yang menggunakan batu alam. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Mayoritas pemukiman urban membangun kamar mandi yang dilengkapi dengan kloset duduk. Alasannya karena terlihat lebih bersih dan juga modern. Berbeda dengan kebanyakan perumahan zaman dulu yang menerapkan kloset jongkok di setiap kamar mandinya.

Hingga saat ini, banyak yang memperdebatkan penggunaan mana yang lebih baik, toilet jongkok atau toilet duduk.

Baca juga: Tips Memilih Kloset Duduk yang Tepat dan Nyaman

Jika dilihat dari berbagai sisi, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut perbedaan antara toilet jongkok dengan toilet duduk yang berhasil dirangkum Langit7 untuk Anda.

1. Toilet Jongkok

Sebelum ditemukan teknologi atau alat untuk toilet duduk, semua manusia umumnya melakukan buang air besar (BAB) dengan cara jongkok.

Namun, saat ini toilet jongkok keberadaannya seperti sesuatu yang ketinggalan zaman. Lihat saja di tempat umum seperti mal dan hotel, toilet yang digunakan biasanya adalah toilet duduk. Jikalau ada toilet jongkok, jumlahnya pun tidak banyak.

Meskipun demikian, penggunaan toilet jongkok bisa dikatakan lebih sehat dibandingkan dengan toilet duduk. Posisi jongkok dianggap sebagai posisi yang mempermudah dan memperlancar proses pengeluaran dibandingkan jika Anda duduk pada toilet duduk.

Secara ilmu kesehatan mereka sepakat melakukan BAB yang tidak memakan waktu lama mengurangi resiko terjadinya wasir dan sembelit.

Manfaat kesehatan selanjutnya adalah, BAB dengan cara jongkok akan mengurangi resiko radang usus.

Pada bagian ujung saluran pencernaan, terdapat rektum yang berfungsi sebagai tempat penampungan feses sebelum dikeluarkan dari tubuh. Saat rektum penuh, otot-ototnya akan berkontraksi untuk mendorong feses dan mengeluarkannya melalui anus. itulah yang sering disebut dengan mules.

BAB dengan cara jongkok akan membuat saluran rektum ke anus lurus tanpa hambatan. Sedangkan jika dengan duduk akan membuat antara saluran rektum dengan anus menjadi tertutup.

Seorang Ahli Pencernaan Anish Sheth juga mengatakan: "Pasti ada beberapa pengertian fisiologis untuk jongkok, Sederhananya, itu membuka jalur usus besar."

Usus besar merupakan bagian akhir alias ujung dari saluran pencernaan. Hal itulah yang membuat usus besar memiliki peran penting dalam sistem pencernaan, yaitu mengeluarkan zat sisa dari makanan yang dicerna.

Anish Sheth juga menjelaskan bahwa usus besar akan mendorong melawan otot puborectalis ketika Anda berdiri, sehingga bisa menahan keinginan untuk BAB. Sementara dalam posisi duduk relaksasi otot pada usus besar dilakukan hanya sebagian.

Nabi Muhammad SAW melakukan kegiatan toiletnya baik itu buang air kecil (BAK) ataupun BAB dengan cara berjongkok. Dalam berbagai riwayat, termasuk dari Aisyah RA, Sejak Al-Quran diturunkan, Rasulullah SAW selalu mengisi kegiatan toiletnya dengan berjongkok.

Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, di mana ia berkata, "Siapa yang bilang bahwa Rasulullah SAW kencing sambil berdiri, jangan dibenarkan. Beliau tidak pernah kencing sambil berdiri."

Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW tidak pernah kencing sambil berdiri semenjak diturunkan kepadanya Alquran.

Sedangkan ada riwayat dari beberapa sahabat yang mengatakan sunah Nabi untuk membuang air kecil adalah dengan miring ke kanan, bokong kita duduk di atas kaki kanan. Tangan memijat bagian bawah pusat ke bawah bagi perempuan, dan pria dianjurkan ‘berdehem’ 3 kali sehingga air kencing kita keluar semuanya dengan sempurna.

Pada masa itu tidak ada yang membahas BAB dengan cara jongkok, bisa dipastikan Rasulullah SAW dan para sahabat melakukan BAB dengan jongkok, sebab satu-satunya cara saat itu untuk BAB adalah jongkok. Berbeda dengan BAK yang bisa dilakukan dengan berdiri.

2. Toilet Duduk

Toilet duduk adalah toilet yang hadir di zaman modern yang dibuat untuk memudahkan penggunanya agar lebih praktis dalam melakukan kegiatan di toilet.

Kelebihan menggunakan toilet duduk adalah Anda tidak perlu membuka celana secara keseluruhan, cukup sebagian saja dan Anda sudah bisa melakukan aktivitas di toilet.

Berbeda dengan toilet jongkok yang tidak efisien karena harus melepaskan sepatu dan celana terlebih dahulu.

Selain itu, kelebihan selanjutnya adalah toilet duduk mudah digunakan untuk anak-anak, ibu hamil dan lansia. Terlebih jika sekelilingnya bisa diberi tambahan besi untuk pegangan agar tidak terpeleset, pasti akan mempermudah bagi ibu hamil dan lansia.

Kekurangan dari toilet duduk selain permasalahan kesehatan yang sudah dijelaskan pada bahasan toilet jongkok. Ada penyakit lain yang bisa terjadi karena disebabkan oleh toilet duduk yaitu flu, diare, gatal-gatal dan iritasi pada kulit.

Ini dikarenakan pada toilet duduk, kulit akan bersentuhan langsung dengan dudukan yang terdapat pada toilet duduk. Jika di toilet pribadi di rumah, Anda pasti tahu kapan toilet dibersihkan. Tetapi lain hal jika toilet di fasilitas umum yang Anda tidak tahu siapa pengguna sebelumnya, dan tidak tahu seberapa sering dibersihkan.

Bagaimana jika sudah telanjur menggunakan toilet duduk di dalam kamar mandi rumah. Jika hal ini terjadi, sebaiknya yang perlu dilakukan adalah dua hal:

1. Jangan berlama-lama di toilet, Anda disarankan hanya pergi ke toilet jika merasa sudah kebelet mau ke kamar mandi. Hindari duduk berlama-lama di dalam toilet, karena berisiko besar terkena penyakit wasir dan sembelit.

Baca juga: Lebih Sehat Pakai Kloset Jongkok, Ini Merek dan Harga Terbaru

2. Membeli tatakan tambahan agar bisa tetap jongkok pada toilet duduk. Dengan ini kita tetap bisa mengikuti sunah Rasul walaupun di dalam rumah ada toilet duduk.

Setelah membaca perbedaan antara toilet jongkok dan toilet duduk, Sahabat Langit7 termasuk tim mana?
(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 19 Januari 2022
Imsak
04:20
Shubuh
04:30
Dhuhur
12:07
Ashar
15:30
Maghrib
18:19
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. An-Nisa':59 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ
Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.