LANGIT7.ID, Malang - Pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi Pondok Pesantren Sobilurroyad, Gasek, Malang, Jawa Timur dalam menyiarkan nilai-nilai Idul Adha kepada masyarakat luas. Para santri mengemas ibadah tahunan umat Islam itu dalam bentuk video yang sangat menarik.
Sejak Senin (19/7/2021), pondok yang diasuh KH Marzuqi Mustamar itu telah menyiarkan takbir secara virtual melalui c
hannel Youtube Ponpes Gasek TV. Bisa dibilang, kualitas video yang mereka tawarkan kepada penonton berkelas, baik dari sudut pengambilan gambar, pencahayaan, hingga kualitas audio.
![Kreatif, Begini Cara Ponpes Gasek Semarakkan Idul Adha saat Pandemi]()
Misalnya dalam vidio bertajuk “Takbir Santri Gasek”. Terdapat lima santri tampil sebagai vokalis dengan melafalkan takbir secara teratur. Sudut pengambilan gambar dari segala arah, kamera tidak monoton dari depan saja, sesekali menyorot gerak mulut sang vokal. Penampilan itu makin syahdu dengan iringan rebana disertai pencahayaan lampu berwarna biru yang memantul ke backround warna hitam.
Selain video yang dirilis ala video klip, Ponpes Gasek juga menyiarkan takbiran dalam bentuk audio selama delapan jam. Tayangan tersebut bisa mengobati rindu umat Islam yang ingin merasakan suasana lebaran di era normal. Bisa didengarkan sambil rebahan, atau diputar saat berkegiatan di rumah.
Pun demikian dengan perayaan Idul Adha hari ini. Terlihat santri dengan protokol kesehatan merayakan Idul Adha di Masjid Nur Ahmad Ponpes Sabilurroyad. Vidio dimulai dengan tampilan flyer selamat hari raya.
Berbeda dengan vidio takbiran, karya visual dalam perayaan itu lebih banyak menyorot khatib, KH Marzuqi Mustamar, agar penonton lebih bisa khusyuk mengikuti kegiatan itu. Pilihan tayangan seperti sangat tepat, sebab khutbah dibutuhkan kehadiran hati sehingga penonton lebih banyak mendengar.
![Kreatif, Begini Cara Ponpes Gasek Semarakkan Idul Adha saat Pandemi]()
Kreativitas santri menghadapi perkembangan zaman itu makin dilengkapi dengan nasihat khutbah yang disampaikan KH Marzuqi Mustamar. Dengan tegas ia meminta masyarakat untuk tetap bersatu di atas jalan islam dan iman. Ia menyebut persatuan adalah kewajiban.
Persatuan adalah kunci kekuatan umat Islam. Ibarat kambing yang diterkam serigala. Tidaklah kambing itu menjadi mansa predator itu jika bersatu dengan kawanan. “Kalau ingin barokah, bersatulah. Kalau ingin barokah berjamaahlah, jangan menyendiri, jangan berpisah dari jamaah. Kalau ada kawanan kambing disergap serigala itu karena salah satu kawanan menyendiri meninggalkan rombongan,” kata beliau.
Selain itu, dia juga berpesan agar umat Islam memperbanyak zikir pada masa pandemi ini. Kematian tiap hari mengintai. Ibarat dua tahun terakhir adalah tahun kematian. Sehingga, zikir harus membasahi bibir memenuhi qalbu agar akhif nafas bisa mengucapkan laa ilaaha illallah.
Karya visual yang ditampilkan santri Pondok Gasek itu menjadi bukti bahwa santri bisa beradaptasi dengan zaman. Segala kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi bis dikemas untuk menyiakan nilai-nilai Islam kepada masyarakat luas.
(asf)