Langit7, Jakarta - Kementerian PPN/Bappenas berhasil membawa perwakilan Indonesia, Immanuel Deo Juvente Hasian Silalahi sebagai
Chairman UNESCO Global Geopark Youth Forum dalam
1stUGGpYouth Forum yang terdiri atas 44 Perwakilan
Geoparks Youth dari 44 negara, dengan total 169 UGGp seluruh dunia.
Dalam pemilihan pada Selasa (14/12), Deo mengalahkan dua pesaing asal Romania dan Malaysia. Dari Indonesia, selain Deo, terdapat empat delegasi lain yaitu Obed Kresna W. (Gunung Sewu UGGp), Diemas Sukma Hawkins (Rinjani-Lombok UGGp), Tri Wibowo (Belitong UGGp) dan Safira Devi Amorita (GN Maros-Pangkep) yang tergabung dalam tim punggawa Indonesia Garuda
GeoparkYouth Forum.
Baca juga: Agama dan Sipil Perlu Ambil Peran dalam Isu Lingkungan Hidup dan Perubahan IklimSebelumnya, dari total 148 peserta seleksi, Kementerian PPN/Bappenas memilih delegasi Indonesia melalui serangkaian agenda, yakni
Kick-off pembentukan Indonesia
GeoparkYouth Forum 2021 di Geosite Batu Bedil Geopark Belitong, perekrutan daring dan luring, hingga lokakarya di Batur UNESCO Global Geopark yang bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
“Saya berharap pemuda memberikan suara serta aksi konkret dalam pengembangan geopark di seluruh nusantara dan dunia, semangat bangkit berkontribusi menyebarkan energi positif untuk mendorong pemulihan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan yang salah satunya melalui pengembangan geopark. Kepada para pemuda yang tergabung dalam Indonesia GeoparkYouth Forum yang saya banggakan, jadilah representasi geoparkIndonesia yang harumkan nama bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai”, ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.
Baca juga: Bappenas Luncurkan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali dan Master Plan UlapanInovasi Indonesia untuk
UNESCO Global Geopark Youth Forum meliputi
Geoparks Youth Platform Hub dan 1st UNESCO
Global Geopark Youth Forum yang rencananya akan dilaksanakan di Bali pada 2022 mendatang, terintegrasi dengan G20 Indonesia. Konsep program kerja juga mengusung pentingnya
network, engagement, dan
collaboration.
“Anak muda atau youth secara nasional dan global memiliki kekuatan tak terbatas untuk menyebarluaskan dan meningkatkan edukasi tentang geopark ke masyarakat umum. Oleh karena itu, forum ini menjadi wadah yang tepat bagi pemuda untuk mengutarakan ide dan saran terkait geopark secara berkelanjutan,” jelas Deo.
Secretaryofthe International Geoscienceand Geoparks Programme UNESCO, Kristof Vandenberghe menilai program kerja Indonesia akan mampu menghubungkan geopark-geopark yang ada di dunia, melalui upaya mendorong efektivitas dan efisiensi penyebaran informasi sekaligus peningkatan pengetahuan publik mengenai geopark.
Baca juga: Bappenas Luncurkan Blue Economy Development Framework Indonesia’s Economy TransformationDelegasi Indonesia yang juga terlibat langsung dalam perancangan draf kerja
UNESCO Global Geopark Youth Conference tersebut menyepakati pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan, kolaborator, dan inovator secara lokal dan global untuk mengembangkan edukasi, konservasi, dan pengembangan masyarakat dalam konteks keberagaman geologi, biologi, dan budaya untuk geopark berkelanjutan.
(zul)