Langit7, Semarang - Komisari PT Mahesa Jenar Semarang Junianto menargetkan PSIS Semarang, sebagai klub profesional segera melantai di bursa efek untuk menjual saham ke publik agar pendanaan tim semakin kuat.
“Yang saya gelontorkan, saya sikat IPO dulu. Dapat dana segar, minimal kita dapat Rp250 miliar, kita akan atur untuk apa. Ajaran orang tua yang penting cementel, intuk duit (dapat uang) jangan hura-hura,” kata Junianto, saat menggelar pertemuan dengan awak media di Hotel F&B Inn Sam Poo Kong, Semarang, Jumat (17/12) malam.
Baca juga: PSIS Pastikan Tidak Rekrut Striker Persiraja Paulo HendriqueSaat ini pihaknya masih terus melengkapi sarana dan prasarana sebagai klub profesional untuk menyonsong IPO. Salah satunya dengan membangun lapangan latihan terpadu di Salamsari, Boja, Kendal. Selain itu, PSIS juga berharap bisa menggunakan Stadion Jatidiri, sekaligus bisa menjadi pengelola stadion.
“Untuk IPO, keinginan saya hanya satu. Stadion (Jatidiri) ini harus. Kalau tidak ada
win-win solution, tidak ketemu dan usaha kami kuat di sini, kenapa tidak (bangun stadion sendiri). Saya yakin prospek. Bukan saya pengelolanya, tapi manajemen dan juga suporter Panser Biru-Snex . Saya sudah punya ide, satu kursi Rp 2 juta, Rp 2,5 juta dan Rp5 juta,” papar dia.
Pihaknya juga sudah mengumpulkan banyak pengusaha di Jakarta, terkait dengan rencana IPO tersebut. Bahkan para pengusaha tersebut sudah menyatakan kesiapannya untuk menjadi salah satu penanam saham di klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar.
“Banyak dari kawan-kawan saya yang sudah inden saham,” kata Junianto.
Baca juga: PSIS Siap Datangkan Striker Asing Baru di Bursa TransferSalah satu peruntukan dari
initial public offering (IPO) tersebut akan diproyeksikan untuk membangun stadion sendiri. Meski demikian, Junianto menegaskan, karena di Kota Semarang sudah ada Stadion Jatidiri, ia tidak mau gegabah dan harus menghormati kearifan lokal.
“Kalau membangun sekarang sebenarnya bisa tapi jangan sampai mangkrak, kita bikin profesional. Market Jateng tinggi, tol ada, semua lengkap. Meski populasi penduduk 65 juta, ini kondisi pandemi, saya belum bisa evaluasi,” ujarnya.
Junianto menambahkan, pihaknya sudah merancang pembangunan stadion baru termasuk menghitung biayanya. Dan anggarannya masih bisa diatasi. Ia mencontohkan Stadion Maguwoharjo Sleman biayanya Rp120 miliar. Rumah sakit Charlie Demak yang dibangunnya di Demak juga Rp120 miliar.
“ Kami juga harus melihat. Kami di sini perlu waktu 2-3 tahun,” pungkasnya.
Baca juga: Tinggalkan Persib Bandung, Wander Luiz Merapat ke Persebaya?(zul)