LANGIT7.ID, Jakarta - Para kontestan Liga Inggris dikabarkan sepakat untuk melanjutkan kompetisi musim 2021/2022 meski ditengah pandemi Covid-19. Operator liga pun membuat beberapa kebijakan untuk mengakali agar kompetisi bisa tetap berjalan.
Melonjaknya kasus Covid-19 di Liga Inggris membuat operator liga menunda setidaknya 10 pertandingan hingga pekan ke-18 bulan Desember. Hal itu disebabkan karena klub peserta tidak memiliki jumlah pemain yang cukup di skuadnya maupun terhalang untuk melakukan persiapan.
Beberapa klub seperti Aston Villa, Chelsea, Leicester City, Liverpool, hingga Manchester United juga mengonfirmasi pemainnya terpapar Covid-19.
Baca juga:
Tiga Pemain Liverpool Terkonfirmasi Positif Covid-19Keadaan itu mengundang pertanyaan apakah jadwal padat, di mana setiap tim akan bermain tiga kali sejak Boxing Day atau 26 Desember hingga 3 Januari mendatang, bisa tetap dilangsungkan.
Laporan terbaru dari BBC, Senin (20/12), menyatakan bahwa klub-klub sepakat melanjutkan kompetisi. Bahkan, salah satu pendekatan radikal yang diterapkan adalah setiap tim tetap wajib memainkan pertandingan mereka apabila memiliki sedikitnya 13 pemain dan satu penjaga gawang yang siap diturunkan.
Namun, pihak Liga Inggris belum melayani permintaan komentar atas laporan tersebut di laman resmi mereka. Hingga berita disiarkan, juga tidak memiliki informasi terbaru mengenai status kompetisi.
Baca juga:
Covid-19 Kembali Mewabah, Liga Inggris Tunda 6 PertandinganKendati demikian, laporan tersebut juga menyatakan kemungkinan ada penyesuaian dalam ajang Piala FA, di mana klub-klub mengajukan permintaan untuk menghapuskan opsi laga ulang di putaran ketiga dan keempat.
Selain itu, operator Piala Liga Inggris juga diminta untuk membuat pertandingan semifinal digelar hanya satu leg. (Sumber: Antaranews)
(sof)