LANGIT7.ID-London; Arsenal resmi dinobatkan sebagai juara Premier League untuk pertama kalinya dalam 22 tahun.
Setelah musim yang penuh dengan laga dramatis dan ketegangan yang luar biasa, momen gemilang Arsenal justru terjadi saat mereka sedang bersantai di rumah.
Manchester City harus mengalahkan Bournemouth pada Selasa malam untuk menggagalkan peluang Arsenal merayakan gelar lebih awal. Namun, skuad asuhan Pep Guardiola gagal meraih hasil maksimal.
Gol penyeimbang Erling Haaland di menit ke-95 tidak cukup untuk menghalangi Arsenal, setelah gol babak pertama dari Eli Junior Kroupi.
Ini berarti Arsenal yang kini mengoleksi 82 poin dengan satu pertandingan tersisa, tak lagi bisa terkejar. Perayaan di London utara pun segera dimulai.
Masih ada potensi tambahan prestasi. Arsenal juga berpeluang memenangkan Liga Champions untuk pertama kalinya.
Kemenangan atas Paris Saint-Germain di Budapest pada 30 Mei nanti akan melengkapi double bersejarah, menjadikan ini musim terhebat dalam sejarah klub.
Penantian Arsenal untuk mengangkat trofi Premier League akan berakhir pada hari Minggu, penantian yang telah berlangsung sejak era The Invincibles milik Arsene Wenger di musim 2003-04.
Rentang 22 tahun tanpa gelar ini adalah periode terpanjang bagi Arsenal sejak Perang Dunia II.
Ada banyak kegagalan tipis. Arsenal sempat unggul lima poin di musim 2007-08 dengan 12 laga tersisa, namun akhirnya finis ketiga.
Di musim 2015-16, kembali ada rasa penyesalan karena finis kedua di bawah juara tak terduga, Leicester.
Terbaru, Mikel Arteta telah membawa The Gunners meraih tiga kali posisi runner-up berturut-turut. Arsenal sudah cukup menanti, dan kini saatnya mereka bersinar.
Arteta beserta para pemainnya akan mengangkat trofi di Selhurst Park setelah menghadapi Crystal Palace di laga pamungkas musim ini.
Ini akan menjadi momen bersejarah yang bisa dinikmati oleh kedua kubu pendukung, sembari menanti partai final Eropa di pekan berikutnya.
Kesuksesan Arsenal meraih gelar musim ini dibangun di atas pertahanan yang kokoh. Mereka mencatatkan 19 laga tanpa kebobolan, sekaligus meraih sarung tangan emas ketiga berturut-turut untuk David Raya.
Gelar ini juga diraih dengan perjuangan berat. Kekalahan dari City bulan lalu sempat menghapus keunggulan mereka di puncak klasemen — yang sebenarnya bisa menjadi selisih 12 poin andai Arsenal mengalahkan Bournemouth awal April.
Sejak kekalahan di Etihad itu, Arsenal memenangkan empat laga liga beruntun tanpa kebobolan satu gol pun.
Hasil itu menekan City, yang pertama kali goyah saat imbang melawan Everton. Keterpelesetan lain melawan Bournemouth pun memastikan pita merah terpasang di trofi.(*/saf/standard.co.uk)
(lam)