LANGIT7.ID - Memasuki momen pergantian tahun, seseorang biasanya akan membuat resolusi untuk satu tahun ke depan. Namun, bagaimana cara pandang Islam terkait resolusi jelang tahun baru?.
Bagi seorang muslim, pergantian tahun adalah momen untuk muhasabah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, sahabat pernah bertanya kepada nabi, "Mukmin yang bagaimana yang paling utama ya Rasulullah?"
Nabi menjawab, "Yang paling baik akhlaknya, yang paling bagus budi pekertinya."
Lalu Sahabat bertanya lagi, "Mukmin yang bagaimana yang paling cerdas?"
Nabi menjawab, "Yang paling sering mengingat kematian dan mempersiapkannya."
Hal menarik dalam hadits ini adalah saat Nabi Muhammad SAW mengaitkan orang cerdas dengan kematian. Ini mengingatkan pada hadits nabi yang menyebut umur umat beliau antara antara 60-70. Hanya sedikit orang yang melampaui angka tersebut.
Ada makna mendalam saat Nabi mengaitkan antara kecerdasan dengan mempersiapkan kematian. Itu artinya, umat Islam dituntut untuk visioner. Umat Islam perlu memiliki jangkauan jarak pandang yang jauh ke depan.
Baca Juga: Tahun 2022 di Depan Mata, Intip 3 Kiat Jaga Kesehatan Finansial Lebih Baik
Misal dalam dunia bisnis, seorang pengusaha mempersiapkan kinerja untuk capaian untuk 1-2 tahun atau 10-20 tahun ke depan. Tetapi di dalam Islam, setiap muslim diminta mempersiapkan diri dalam jangkauan jarak panjang sampai akhirat. Itu sangat luar biasa. Ini juga yang diisyaratkan di dalam Al-Qur'an dalam Surah Al-Hasyr ayat 17.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
Syekh Muhammad Thahir Ibnu Asyur di dalam Kitab Al Tahrir wa Al Tanwir mengatakan, esok itu adalah menghadapi kiamat.
Ini menandakan umat Islam harus punya visi jarak jauh, bahkan jangkauan pandang sampai hari kiamat. Persiapan akan membawa seseorang pada muhasabah.
Tak hanya itu, semua tingkah laku dikaitkan dengan jangkauan jarak pandang sampai akhirat. Sehingga apa yang dilakukan orientasinya adalah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Ta'ala di akhirat nanti.
Sumber: Tausiyah Ustadz Saepuloh, Dai di cariustadz.id(jqf)