LANGIT7.ID, Jakarta - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa, Fidiasjah, mengingatkan salah satu bahaya yang bisa ditimbulkan oleh boneka arwah atau spirit doll. Pengadopsi tidak bisa langsung divonis mengalami gangguan mental, tapi kepribadian mereka kemungkinan besar terbelah (split personality) dan paling ekstrim mengalami delusi.
Sebenarnya, boneka sebagai mainan bisa menemani pertumbuhan anak. Keadaan akan berbeda jika digunakan orang yang memiliki nalar dan bisa membedakan aspek realitas dan fenomena fantasi.
"Beda dengan (orang) dewasa, maka tentu akan menjadi pertanyaan, ketika fantasi dan realitas itu tidak bisa mereka bedakan. Dari situ, dalam dunia kesehatan mental, ketika mencoba mengeksplorasi suatu fenomena," ucapnya dalam kajian Minha MIUMI, Kamis malam (7/1/2022).
Meski begitu, Fidiasjah mengaku belum menemukan jenis gangguan mental yang diderita oleh mereka yang mengadopsi spirit doll. Perlu pengkajian panjang berdasarkan penilaian realitas dan kemampuan menilai realitas. Bisa saja, kepribadian pengadopsi spirit doll itu terbelah.
"Pada konteks yang begitu ekstrim, di mana kepribadian itu terbelah antara tiga unsur yang sangat dominan dalam diri manusia yaitu pikiran, perasaan, dan perilaku menjadi tidak utuh lagi," ucap Firdansjah.
Dalam kondisi demikian, kemampuan penilaian realitas manusia terganggu. Hal ini perlu diwaspadai dan perlu diingatkan kepada para pengadopsi spirit doll. Ini karena mereka bisa saja terkena delusi.
"Mari kita coba memahami, jangan sampai ini termasuk gangguan yang tergolong sebagai waham. Waham atau delusi adalah satu keyakinan yang tidak bisa diganggu, digoyahkan kalau sudah mengkristal ke dalam pemahamannya," ucapnya dengan prihatin. Keadaan mereka itu sudah tidak sesuai dengan nilai-nilai realitas.
(jqf)