BMKG memastikan dentuman misterius yang terdengar di sejumlah wilayah Bandung Raya bukan berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Penyebabnya masih diteliti.
Gunung Anak Krakatau mengalami 87 kali erupsi sejak awal tahun hingga 29 November 2023. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mencatat,
Al Muktabar turut meminta masyarakat untuk tetap waspada dengan meningkatnya aktivitas Gunung Anak Kratakau. Terlebih, wilayah Banten belakangan ini dilanda cuaca ekstrem.
Pada erupsi ini, PVMBG mengatakan status Anak Krakatau Siaga III. Sementara itu, pada Selasa (3/1) pukul 16.38 WIB Anak Karakatau juga sempat memuntahkan kolom abu mencapai 100 meter.
Menurut laporan petugas pemantau PVMBG, Jumono, letusan pertama Anak Krakatau menimbulkan awan kelabu dengan tinggi kolom letusan 700 meter di atas puncak atau 857 meter dari permukaan laut.
Dalam tinjauannya, Suharyanto meminta kepada masyarakat untuk menaati penetapan wilayah-wilayah yang termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Anak Krakatau.
Beberapa hari lalu beredar video dramatis yang memperlihatkan Gunung Anak Kratau mengalami erupsi pada hari Kamis hingga Jumat (4/2). Video tersebut kemudian viral di dunia maya.
Abdul mengatakan potensi bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini dapat berupa lontaran lava pijar, material piroklastik maupun aliran lava.