LANGIT7.ID, Jakarta - Status Gunung Anak Krakatau meningkat dari level II atau waspada ke level III (siaga). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (
BMKG) mengimbau masyarakat setempat untuk waspada terhadap potensi tsunami.
"Dengan meningkatnya level aktivitas Gunung Anak Krakatau dari level II menjadi level III, masyarakat diminta untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi atau
tsunami, terutama pada saat malam hari," ujar Kepala BMKG, Dwikorita dalam konferensi pers di kanal YouTube Info BMKG, dikutip Langit7.id, Selasa (26/4/2022).
Baca Juga: Anak Krakatau Naik Level, Indonesia Care Siagakan Relawan PesisirDwikorta menjelaskan peningkatan gelombang air laut lebih sulit terlihat di malam hari. Oleh karena itu masyarakat diminta lebih waspada.
"Karena di malam hari sulit untuk bisa melihat secara visual adanya gelombang tinggi yang mendekati pantai. Kalau siang, cukup terlihat hal tersebut. Artinya, aktivitas masih bsa terus berjalan," ucapnya.
Baca Juga: BMKG Adakan Rukyat Hilal pada 1 Mei 2022 di 31 LokasiLebih lanjut, Dwikorta menegaskan BMKG bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (
BPBD) setempat akan memantau kondisi gelombang air laut di sekitar Gunung Anak Krakatau.
"Sebagai antisipasi potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, BMKG bersama pihak terkait, terus memonitor perkembangan Gunung Anak Krakatau dan muka air laut di Selat Sunda," katanya.
Baca Juga:
BMKG Pastikan Alat Pengamatan Cuaca Penerbangan Berjalan Baik
Waspada, Bibit Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia(asf)