Konflik Israel-Gaza memanas dengan perintah evakuasi baru di Deir al-Balah. Ribuan warga terpaksa mengungsi, termasuk pasien rumah sakit. Serangan Israel berlanjut, menewaskan puluhan warga Palestina. Upaya gencatan senjata menemui jalan buntu. Krisis kemanusiaan semakin parah di tengah kekurangan pangan dan obat-obatan. Dunia internasional terus memantau situasi yang semakin genting.
Israel memperluas perintah evakuasi di Khan Younis, Gaza Selatan, memaksa puluhan ribu warga Palestina mengungsi di malam hari. Serangan udara Israel ke sekolah penampungan di Kota Gaza menewaskan 90 orang. PBB menyatakan tak ada area aman di Gaza. Hampir 40.000 warga Palestina tewas sejak awal konflik. Israel kehilangan 329 tentara.
Ulama Syiah tertinggi Irak, Grand Ayatollah Ali Sistani, memperingatkan eskalasi regional di Timur Tengah setelah terbunuhnya pemimpin militan yang didukung Iran. Ia mendesak penghentian perang genosida di Gaza, di mana serangan Israel ke sekolah pengungsian menewaskan 90 orang. Pembunuhan pemimpin Hamas dan Hizbullah meningkatkan risiko konflik lebih luas. Sistani menyerukan dunia menentang kekejaman dan umat Islam bersatu mengakhiri perang.
Pelapor khusus PBB, Francesca Albanese, menuduh Israel melakukan genosida di Gaza setelah serangan terhadap sekolah menewaskan 93 orang. Albanese menyoroti penggunaan senjata AS dan Eropa oleh Israel. Laporan Maret lalu juga menyebutkan alasan masuk akal untuk tindakan genosida Israel. Meski mengutuk Hamas, Albanese menekankan perlunya perlindungan bagi warga Palestina di tengah konflik berkepanjangan ini.