Secara komprehensif, juru taktik asal Korea Selatan itu tidak hanya melatih taktik dan strategi, melainkan juga fisik, mental, kerjasama tim dan lainnya.
Leg kedua final Piala AFF 2020 bakal berlangsung pada 1 Januari 2022 mendatang. Dengan dihapusnya aturan gol tandang, maka tiap tim harus mencetak gol lebih banyak agar mampu meraih titel juara.
Timnas Indonesia masuk ke Grup B bersama Malaysia, Myanmar dan Laos. Sementara Grup A dihuni oleh tuan rumah Kamboja, Timor Leste, Filipina dan Brunei. Di Grup C ada Thailand, Vietnam dan Singapura.
Skuad Garuda membutuhkan semacam keajaiban untuk membalikkan keadaan pada leg kedua. Namun, itu tidak akan mudah jika skuad Garuda masih menampilkan permainan seperti leg pertama.
Shin Tae-yong mengakui jika anak asuhnya masih kurang pengalaman dibandingkan Thailand. Sehingga para pemain terlihat gugup saat meladeni permainan cepat yang diperagakan Thailand.
Langkah timnas Indonesia menjuarai Piala AFF 2020 semakin berat usai dikalahkan Thailand dengan skor mencolok 0-4 di babak final leg pertama, Rabu (29/12).
Meski Thailand mencatatkan raihan mentereng selama gelaran AFF 2020, Shin Tae-yong sudah menyiapkan taktik dan strategi untuk meredam permainan Tim Gajah Perang itu.
Partai final menjadi yang keenam bagi timnas Indonesia sepanjang sejarah mengikuti gelaran Piala AFF. Sebanyak itu juga, skuad Garuda belum pernah meraih gelar juara karena selalu kalah di final.
Shin Tae-yong sangat optimistis skuad Garuda mampu mengalahkan Thailand. Meski Thailand menjadi tim terkuat di Asia Tenggara, ia menyatakan selalu ada cara untuk mengalahkannya.
Kartu kuning pertama Arhan didapatkan saat babak semifinal leg pertama kontra Singapura. Sementara pada leg kedua, situs resmi AFF awalnya tidak mencantumkan kartu kuning untuk Arhan.
Shin Tae-yong terlihat sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Asnawi. Untuk itu, ia meminta Asnawi untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi atau akan mendapatkan sanksi darinya.