BTN mempercepat transformasi bisnis melalui digitalisasi layanan, modernisasi cabang, dan sistem loan factory untuk memperkuat layanan finansial keluarga Indonesia.
BTN memperingati Nuzulul Quran 1447 H dengan memperkuat nilai spiritual dan kepedulian sosial melalui penyaluran bantuan sembako serta Safari Ramadan nasional.
Laba Bank Tabungan Negara melonjak 281 persen hingga Februari 2026 didorong pendapatan bunga dan pertumbuhan kredit. Simak detail kinerja BTN awal tahun ini.
BTN menggandeng Kereta Api Pariwisata untuk memperluas ekosistem layanan perbankan, integrasi digital, hingga fasilitas premium bagi nasabah. Simak peluang kolaborasinya.
Laba bersih Bank BTN meroket 578% menjadi Rp230 miliar pada Januari 2026. Pertumbuhan aset dan strategi Beyond KPR jadi motor utama penguatan kinerja perseroan.
BTN dukung industri kopi nasional di ajang Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026. Melalui ekosistem Bale by BTN, perseroan dorong digitalisasi transaksi dan pembiayaan bagi pelaku usaha kopi.
BTN perkuat layanan Private dan Prioritas di Tahun Kuda Api 2026. Dengan target laba Rp4 triliun dan strategi Beyond Mortgage, BTN bertransformasi jadi bank konsumer lengkap.
BTN targetkan bisnis wealth management tumbuh 15% pada 2026. Fokus pada strategi beyond mortgage melalui kartu kredit, paylater, hingga penguatan aplikasi Bale.
Bank Tabungan Negara siapkan strategi matang demi bidik laba Rp4 triliun pada 2026. Simak rencana besar perseroan dalam memperkuat kinerja keuangan tahun ini.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. akan menggelar RUPSLB pada 18 November 2025 untuk membahas pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi entitas baru bernama PT Bank Syariah Nasional. Langkah ini menandai transformasi besar BTN dalam memperkuat industri keuangan syariah nasional.
BTN menghadapi tantangan serius dengan penurunan laba 9,75% dan perlambatan kredit. Meski aset tumbuh 11,88%, tren negatif di berbagai indikator keuangan menunjukkan kebutuhan strategi baru. Pergeseran komposisi DPK dengan lonjakan deposito 25,04% dan penurunan NII 11,01% menjadi fokus perbaikan. BTN perlu inovasi dan efisiensi untuk membalikkan keadaan di tengah ketidakpastian ekonomi.