Ketika Ummul Mukminin Khadijah wafat, Rasulullah merasa begitu sedih. Dalam keadaan itu, beliau sering menemukan penghiburan di rumah Umm Hani. Keluarganya mendukung dan menghiburnya saat beliau sedang berkabut duka.
Sebelum Rasulullah SAW diperjalankan dalam Isra dan Mikraj, Jibril membelah bagian antara tenggorokan sampai bagian ulu hati beliau. Bukan itu saja, Jibril lalu mencuci isi dada dan perut beliau dengan memakai air zamzam.
Isra Mikraj diperingati setiap tanggal 27 Rajab menurut sistem penanggalan kalender Hijriah. Isra Mikraj terjadi pada tahun 621 M, atau tahun 10/11 dari kenabian (Bi'tsah).
Surat An-Najm ayat 13-18 menceritakan kisah tentang bagaimana Rasulullah SAW naik ke langit hingga ke sidratul muntaha dan melihat wujud malaikat Jibril dalam keadaan aslinya.
Gus Baha memaparkan argumentasi mengapa Siti Aisyah mengingkari bahwa Nabi Muhammad bertemu Allah Taala ketika Mikraj. Beliau berbeda dengan ulama ahlusunnah.
Allah SAW meng-isra-kan hamba-Nya di malam hari, karena waktu itulah yang paling utama bagi para hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan waktu yang paling baik untuk beribadah kepada-Nya.
Untuk menjelaskan peristiwa Isra dan Mikraj bisa menggunakan Teori Relativitas Umum. Berarti mengisyaratkan adanya ruang dengan dimensi tinggi, immaterial atau gaib di sekitar kita