Kepada ASN Jabar yang akan melakukan operasi semut, Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil mendoakan setiap langkah dalam kegiatan bebersih tersebut bisa menjadi pahala di akhirat kelak.
Pembangunan masjid yang akan menjadi ikon masjid terbesar di Jabar itu menurutnya sangat memakan waktu, tenaga, pikiran, dan anggaran yang sangat besar.
Bus listrik E-Inobus memiliki dimensi panjang 8 meter berkapasitas 19 hingga 25 penumpang dengan disokong baterai 138 kWh dengan waktu charging 1 hingga 3 jam. Dengan kapastias tersebut, bus listrik E-Inobus mampu menempuh jarak 160 kilometer.
Masjid Al Jabbar juga dikonsepkan memiliki 27 pintu yang menyimbolkan 27 kabupaten/kota di Jabar. Ukiran batik dari 27 pintu tersebut berbeda-beda sesuai kekhasan masing-masing daerah.
Nama Ridwan Kamil santer diberitakan bakal bergabung dengan Partai Golkar. Kabar ini berhembus setelah Kang Emil menghadiri Mukernas I dan HUT ke-65 Kosgoro 1957.
Di bangun sejak Desember 2017, masjid kebanggaan masyarakat Jabar dibangun di atas embung, atau kolam retensi serta dilengkapi bangunan penunjang lainnya.
Kang Emil meyakini kehadiran bus listrik dapat menarik minat masyarakat Bandung untuk menggunakan transportasi publik. Terlebih, Kang Emil mengklaim sebanyak 84 persen mayoritas penduduk Bandung Raya menggunakan kendaraan pribadi.
Aas mengetahui bahwa Masjid Al Jabbar tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga wisata dan edukasi keislaman. Ia optimistis jumlah pengunjung masjid akan banyak setelah diresmikan.
Masjid Raya Al Jabbar di Kecamatan Gedebage Kota Bandung ini dirancang sendiri oleh Ridwan Kamil. Al Jabbar berdiri di atas kolam retensi seluas 25,997 hektare.
Sejauh ini ada 105 karya budaya Jawa Barat yang ditetapkan sebagai WBTb Indonesia. Tahun ini, Jawa Barat termasuk tiga besar provinsi yang paling banyak menerima sertifikat penetapan WBTb.
Guna pelestarian pencak silat tetap terjaga dengan baik, Ridwan Kamil akan menjadikannya sebagai kurikulum di level sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.