LANGIT7.ID, Jakarta - Gubernur Jawa Barat (Jabar)
Ridwan Kamil meresmikan angkutan massal berupa delapan bus listrik atau
Bus Rapid Transit (BRT) untuk mengurai kemacetan di Bandung Raya. Armada bus listrik yang diproduksi PT INKA (Persero) itu diberikan pemerintah pusat usai digunakan pada perhelatan
KTT G20, November 2022 lalu.
Pria yang akrab disapa Kang Emil itu meyakini, kehadiran
bus listrik dapat menarik minat masyarakat Bandung untuk menggunakan transportasi publik. Terlebih, Kang Emil mengklaim sebanyak 84 persen mayoritas penduduk Bandung Raya menggunakan kendaraan pribadi.
Baca Juga: Liburan Naik Mobil Listrik, Cek 9 Lokasi SPKLU di Rest Area Tol Jawa"Menyampaikan berita gembira,
masterplan sistem transportasi massal Bandung Raya sudah mulai aktif hari ini dengan hadirnya rute BRT untuk Kota Bandung menggunakan delapan bus listrik. Alhamdulillah produksi dalam negeri dari PT INKA," kata Ridwan Kamil di Bandung, dikutip Ahad (25/12/2022).
Kang Emil mengungkapkan transportasi massal ini memiliki berbagai jenis yang disesuaikan dengan kondisi dataran dan cekungan jalan seputar Bandung Raya. Sehingga ada perbedaan dengan kota besar lainnya dan memiliki banyak tantangan tertentu.
"Di Bandung berbeda dengan Jakarta, Semarang atau Surabaya yang tanahnya datar dan jalannya lebar. Cekungan Bandung atau kawasan Bandung Raya ini jalanya kecil-kecil, berkelok-kelok, dan berbukit-bukit", ungkap Gubernur.
Baca Juga: Airlangga Hartarto Sebut Insentif Kendaraan Listrik Capai Rp5 MiliarKang Emil berharap kehadiran delapan bus listrik ini mampu mengurai kemacetan di wilayah Bandung Raya. Adapun nantinya bus listrik tersebut akan beredar di beberapa wilayah, meliputi wilayah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Sumedang.
"Dalam hitungan 20 sampai 30 tahun, kalau ini dibiarkan, ketika keluar rumah semua kena macet. Kalau ada yang tanya solusinya apa, salah satunya mari perlahan-lahan mengubah gaya hidup dengan pindah ke transportasi publik," ujarnya.
Sebagai informasi, masing-masing bus listrik memiliki kapasitas 25 penumpang. Bus yang memiliki kapasitas baterai 138 kWh dengan waktu
charging 1-3 jam ini mampu menempuh jarak 160 kilometer.
Baca Juga:
Insentif Kendaraan Listrik, Dosen IPB: Baiknya Fokus Transportasi Publik
Banggar DPR: Pemberian Subsidi Kendaraan Listrik Belum Prioritas(gar)