Ketua Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara, Ustadz Anton Ismunanto, mengenang Buya Syafii sebagai sosok yang egaliter. Buya Syafii adalah cendekiawan yang sangat tegas pada pendirian, tapi lembut saat menghadapi perbedaan. Dia tak pernah marah jika diselisihi.
Anwar Abbas mengingat betul bagaimana Buya Syafii mencintai Sang Surya. Menurutnya, almarhum selalu mendorong kader-kader muda Muhammadiyah berkualitas secara intelektual.
Bamsoet mengatakan bangsa Indonesia sangat kehilangan sosok seperti Buya Syafii Maarif yang senantiasa mengajarkan untuk bersaudara dalam perbedaan dan berbeda dalam persaudaraan.
Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengenang mendiang mantan Ketua Umum PP, Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif sebagai sosok yang bersahaja dan negarawan berintegritas.
Menurut Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini Buya Anwar Abbas, Buya Syafii adalah tokoh intelektual yang langka di Indonesia. Dia dikenal sebagai tokoh yang berintegritas, tidak haus harta dan kekuasaan.
Ketua MUI KH Cholil Nafis termasuk yang mengagumi pribadi Buya Syafii Maarif. Buya Syafii adalah teladan bagi generasi muda dalam membangun intelektualitas berpikir dan merawat kemajemukan.
Ketua PP Muhamamdiyah, Prof. Haedar Nashir mengatakan almarhum Ahmad Syafi'i Maarif atau Buya Syafii dikenal sebagai tokoh yang menjunjung tinggi moral dan akal serta peradaban mulia.
Direktur RS PKU Myhammadiyah Gamping, Ahmad Faesol mengatakan, Buya Syafi'i dinyatakan meninggal setelah mengalami henti jantung (cardiac arrest) dua kali.
Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Ahmad Syafi''i Maarif atau yang bisas disapa Buya Syafii menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman sejak 1 Maret 2022 sampai sekarang. Dugaan awal, Buya mengalami serangan jantung ringan.