PLN sebagai salah satu BUMN berkomitmen terus melangkah maju, berada di posisi terdepan dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan, menjangkau seluruh pelosok negeri.
PLN melalui Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 4 (UPP JBB 4) berhasil menyelesaikan proyek ini dalam kurun waktu yang cukup singkat, yaitu 304 hari atau 10 bulan, dari target 12 bulan.
Di Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat, pembangunan tower-tower transmisi, gardu induk, dan pembangkit menggunakan produk dalam negeri, rata-rata 70,6 persen.
PLN kedepan terus melanjutkan efisiensi dengan melakukan inovasi dan investasi yang tepat guna. Berhasil catat laba Rp 6,6 triliun pada semester I 2021.
Hingga Juli 2021, realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) PLN mencapai 47,64 persen setara realisasi investasi Rp33,02 triliun, dari total Rp67,85 triliun.
Erick berharap agar PLN melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dapat terus mendukung pelaku usaha ultra mikro agar bisnisnya bisa makin berkembang.
PLN siap memenuhi kebutuhan listrik seluruh industri smelter di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Hingga Juni 2021 kapasitas listrik terpasang di Pulau Sulawesi sebesar 5,6 GW.
Sejalan dengan program pemerintah, PLN terus berupaya meningkatkan produktivitas tiap aset negara yang dikelola oleh perseroan. PLN menyelesaikan penerbitan 1.540 sertifikat.
PLN perkuat keandalan tiga sistem kelistrikan menyukseskan gelaran PON XX Papua. PLN melakukan perbaikan dan pemeliharaan jaringan listrik dan pembangkit.
PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Kabupaten Merauke telah siap digunakan.