Indikasi pemulihan ekonomi pascapuncak pandemi pun terlihat di beberapa sektor. Misalnya, konsumsi listrik di sektor industri pertumbuhannya mencapai 9,93 persen.
Pusat Data Nasional berstandar internasional ini membutuhkan suplai listrik yang besar dengan tingkat keandalan yang tinggi. PLN pasok Listrik 993 MVA.
Tak hanya berkontribusi besar terhadap peningkatan bauran energi baru terbarukan, program Co-firing PLTU juga turut membangun ekosistem listrik kerakyatan.
PLN sebagai salah satu BUMN berkomitmen terus melangkah maju, berada di posisi terdepan dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan, menjangkau seluruh pelosok negeri.
PLN melalui Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 4 (UPP JBB 4) berhasil menyelesaikan proyek ini dalam kurun waktu yang cukup singkat, yaitu 304 hari atau 10 bulan, dari target 12 bulan.
Di Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat, pembangunan tower-tower transmisi, gardu induk, dan pembangkit menggunakan produk dalam negeri, rata-rata 70,6 persen.
PLN kedepan terus melanjutkan efisiensi dengan melakukan inovasi dan investasi yang tepat guna. Berhasil catat laba Rp 6,6 triliun pada semester I 2021.
Hingga Juli 2021, realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) PLN mencapai 47,64 persen setara realisasi investasi Rp33,02 triliun, dari total Rp67,85 triliun.