Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 01 September 2026
home lifestyle muslim detail berita

Wow, Bocah 13 Tahun Asal Malang Bikin Aplikasi Zero Waste

ajeng ritzki Senin, 26 Juli 2021 - 06:10 WIB
Wow, Bocah 13 Tahun Asal Malang Bikin Aplikasi Zero Waste
Aplikasi Zero Waste Series buatan Radit Ardi W, bocah usia 13 tahun asal Malang, Jawa Tirmur. Foto : Instagram.com/dkwardhani
LANGIT7.ID, Jakarta - Aplikasi ponsel cerdas karya anak bangsa tidak sedikit. Namun untuk satu ini tak biasa, karena pembuatnya adalah bocah berusia 13 tahun.

Raditya Ardi Widigda, begitu nama si bocah, membuat aplikasi ponsel yang diberi nama Zerowaste App Series. Ada kata 'series', berarti tak cuma satu?

"Iya memang ada tiga," tuturnya lewat email kepada Langit7.id baru-baru ini. Mereka adalah Database, Trash Audit dan Challenge Apps,

Database seperti namanya adalah aplikasi yang memberi tahu pengguna seputar informasi tentang minim sampah, mulai kategori-kategori sampah, direktori bank sampah termasuk ke mana bisa menyalurkan sampah tertentu seperti botol plastik, hingga durasi terurainya sampah.

Kemudian Trash Audit, yakni aplikasi untuk mendata sampah yang dihasilkan setiap rumah tangga. Aplikasi ini merinci sampah di setiap ruang dalam rumah tangga, ruang tamu, kamar mandi juga dapur. Pengguna perlu masuk dan melakukan input jenis sampah setiap hari berdasarkan pembagian ruang. Penghitungan total dilakukan setiap tujuh hari.

Ketiga adalah Challenge Apps, yakni aplikasi yang menantang pengguna untuk menerapkan gaya hidup minim sampah. Tantangan terbagi menjadi tiga, pemula, menengah dan mahir. Setiap level memiliki durasi hari dan jumlah tantangan berbeda.
Wow, Bocah 13 Tahun Asal Malang Bikin Aplikasi Zero Waste

Bagi yang ingin memilih pemula misal, maka selama 7 hari pengguna diminta memenuhi 7 daftar tantangan yang harus dicentang, seperti makan tidak berlebihan dan menghabiskan semua makanan tanpa sisa, membuang sampah di tempatnya, dan menolak wadah sekali pakai. Pengguna yang berhasil memenuhi tantangan akan mendapat reward yang bisa dibagikan ke media sosial.

Omong-omong soal Zerowaste App Series, kok tertarik tema itu? Radit mengaku ingin membuat sesuatu untuk melestarikan lingkungan. "Aku ingin memanfaatkan kemampuanku ikut menjaga Bumi," ungkapnya

Mungkin tidak terlalu mengherankan, sebab Radit memang tinggal di keluarga yang terbiasa disiplin mengelola sampah rumah tangga. Mereka menerapkan sistem pengomposan untuk sisa konsumsi organik dan menolak menggunakan wadah sekali pakai.

Kalau toh perlu membeli botol plastik atau produk dengan kemasan kotak, orang tua Radit akan mendaur ulang atau menyalurkan ke bank sampah di Kota Malang. Setia dengan gaya hidup tersebut, Keluarga Radit hampir 4 tahun tidak menghasilkan sampah yang diangkut ke TPA

Radit tidak sendiri menggarap aplikasi tersebut. Ada mentor yang mendampinginya yakni seorang programer profesional, Fathul Muin dari Studio Kode.

Saat masuk ke aplikasi Challenge, Radit mengaku sempat kesulitan. "Cukup kesusahan mencari push notification. Lama carinya" tutur Radit. Beruntung ia bisa mendapatinya di GitHub.

Saat tercetus ide membuat aplikasi minim sampah, Radit tak serta-merta membuatnya. "Pertama-tama aku brainstorming bersama ibu, lalu kami menuliskan semua fitur yang akan kami masukkan ke aplikasnya," tutur Radit dalam email,
Wow, Bocah 13 Tahun Asal Malang Bikin Aplikasi Zero Waste
"Setelah itu aku buat mind mapnya, kemudian aku sesuaikan fitur-fiturnya dengan yang tersedia di MIT AI2," ungkapnya lagi. Untuk menghasilkan Minium Valuable Product (aplikasi mentah dengan fitur untuk penggunaan dasar), Radit membutuhkan waktu dua pekan saja.

"Tapi untuk penyempurnaannya agak lama, bisa satu atau dua bulan, karena fungsinya juga berbeda-beda," kata Radit yang bercita-cita kuliah di Madinah itu.

Apakah kegiatan ini tidak menganggu waktu belajar? Ternyata coding adalah bagian dari kegiatan belajar Radit sebagai homeschooler sejak bangku sekolah dasar, bersama saudara kembarnya, Kenia Dyanti.

Zerowaste Apps Series ini untuk sementara hanya bisa digunakan di sistem operasi Android. "Mungkin suatu saat nanti aku bisa membuat versi iOSnya atau versi desktopnya," ungkap Radit.

Aplikasi ini 100% gratis dan tidak ada iklan di dalamnya." Zerowaste Apps Series ini memang belum dipublikasikan di Google Play Store, dan kami sekarang ini belum membuat versi lite untuk ketiganya," tutur Radit. Saat ini aplikasi masih dalam versi alpha. Bagi yang tertarik bisa mencoba mengunduhnya di sini.

Radit sebenarnya memiliki ketertarikan belajar coding sejak berumur tujuh tahun. Saat itu mencoba menggunakan Scratch, bahasa pemrogaman berbasis web berupa blok-blok visual tingkat tinggi yang membidik anak-anak usia 8-16 tahun.

"Saat itu aku tak terlalu paham dan aku pun tidak berminat," aku Radit.

Bisa jadi faktor kesulitan mengoperasikan Scratch yang membuat Radit ogah terus menekuni saat itu. Pada tahun 2020 ia seperti menemukan momen 'aha' ketika berkenalan dengan MIT App Inventor 2.
Wow, Bocah 13 Tahun Asal Malang Bikin Aplikasi Zero Waste
"Dengan MIT AI2, kita memprogram dengan blok-blok mirip dengan Scratch, tapi bedanya output aplikasi ini adalah tipe file .apk yang bisa diinstal menjadi aplikasi Android," papar Radit.

Pertemuan dengan aplikasi itu memompa semangat Radit dan kini bisa dibilang ia kian doyan melakukan coding. "Karena coding melatih kemampuan logikaku. Selain belajar Bahasa Inggris, aku tertarik karena buatku itu gampang," aku Radit.

Tidak hanya Zerowaste Apps Series, Ia juga telah membuat sejumlah applikasi lain, yakni game Pong, Quiz, Space Invader, Clock, Timer, Stopwatch, Note dan beberapa lagi. Saat artikel ini ditulis, si bocah telah masuk ke Pondok Al Irsyad, Batu, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 01 September 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan