Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

PMTL JTQ Jatim Tasyakuran Akbar Khataman Al-Quran Berbagai Riwayat

tim langit 7 Sabtu, 28 Desember 2024 - 09:30 WIB
PMTL JTQ Jatim Tasyakuran Akbar Khataman Al-Quran Berbagai Riwayat
Pembina PMTL, sekaligus Ketua JTQ Jatim, Drs. H. Choirul Anam Djabar.(kanan)
LANGIT7-surabaya,- - Program Murattal Tujuh Lagu (PMTL) Jam’iyuah Tilawatil Qur’an (JTQ) Provinsi Jatim, akan menyelenggarakan Tasyakuran Akbar Khataman Al-Qur’an berbagai riwayat di Masjid Hidayatullah, Jl. Raya Kandangan, Surabaya , Sabtu (28/12/2024) malamPembina PMTL, sekaligus Ketua JTQ Jatim, Drs. H. Choirul Anam Djabar, menjelaskan, ada delapan orang yang akan melaksanakan tasyakuran Khataman Al-Qur’an tersebut. Masing-masing Sugiyono, Suwito, Rifa’i, Kholilah, Sri Wahyuni, dan Sumarti (Jamak Riwayat Syu’bah dan Hafsh Imam Ashim). Sedangkan M. Junaidi (Riwayat Qalun Imam Nafi’) dan Nor Azizah (Riwayat Warsy Imam Nafi’).“Para pengkhatam Al-Qur’an tersebut, semuanya telah mengkhatamkan/menyetorkan bacaan 30 juz kepada kami, baik secara langsung maupun online, yakni melalui Voice Note WA, Google Meet, Zoom, maupun live bersama Youtube,” kata Abah Anam, sapaan akrab Choirul Anam Djabar, yang didampingi perwakilan pengkhatam Al-Qur’an, Moh. Junaidi, S.Ag, M.Pd.I, kepada wartawan, di Kedai Ketan Punel, Jl. Raya Darmo Surabaya.

Baca juga:Baca Ayat Kursi Sebelum Tidur Malam, Allah Jauhkan dari Godaan Setan hingga Pagi HariLebih lanjut Abah Anam menjelaskan, para pengkhatam Al-Qur’an tersebut, semua melalui tahapan-tahapan sebelumnya. Di antaranya, mereka wajib setor surat-surat pendek terlebih dahulu, mulai dari Al-Fatihah, An-Naas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan seterusnya sampai Adh-Dhuha.Setelah itu, lanjut dia, mereka juga diwajibkan melalui tahapan setoran buku ‘Kembali ke Al-Baghdadi Menuju Murattal Tujuh Lagu’. “Buku yang kami susun ini sebenarnya mengutip dari kitab ‘Al-Baghdadi’. Metode membaca Al-Qur’an yang dulu dikenal dengan ‘Turutan’, yang saat ini banyak dilupakan orang seiring munculnya metode-metode baru,” tutur Abah.Buku tersebut, lanjut Abah, tidak semuanya mengutip dari ‘Al-Baghdadi’, akan tetapi sudah kami kombinasikan dengan sumber-sumber lain, dan semuanya menjadi 18 pelajaran. Setelah menyelesaikan 18 pelajaran tersebut, para peserta diharapkan bisa menghafalkan surat-surat pendek, mulai dari Surat Al-Fatihah, An-Naas, Al-Falaq, dan seterusnya sampai Adh-Dhuha. “Setelah itu, ada bacaan Surat Yasin. Karena Surat Yasin sering digunakan di masyarakat,” ujar Abah Anam.Setelah menyelesaikan Surat Yasin, masih kata Abah Anam, para pembaca/peserta diarahkan untuk mempelajari tujuh lagu Al-Qur’an yang sudah disepakati oleh ulama qurra, yakni lagu Bayyati, Hijaz, Shaba, Rast, Jiharkah, Sika, dan Nahawand.“Masing-masing lagu tersebut ada referensinya. Misalnya, lagu bayyati dengan referensi Surat Al-Buruj, lagu Hijaz Surat Al-Fajr, Lagu Shaba Surat Al-Balad, Lagu Rast Surat Al-A’la, dan seterusnya,” jelas dia. “Yang perlu diketahui, bahwa semua pelajaran da isi dalam buku tersebut, terdapat barcode cara membacanya dengan mengarah ke link Youtube.Setelah mengkhatamkan ‘Al-Baghdadi’, baru para peserta PMTL mengaji mulai Surat Al-Baqarah. Mereka diharapkan sudah bisa menerapkan ketujuh lagu tersebut kepada ayat-ayat yang lain. “Sehingga setiap pertemuan, mereka ganti lagu,” tandas Abah Anam.Sementara itu, Abah Anam juga menjelaskan, ketika sampai pada Al-Qur’an, para peserta PMTL langsung diarahkan ke riwayat lain selain Riwayat Hafsh yang sudah biasa kita pakai. Seperti Riwayat Syu’bah, Qalun, Warsy, dan sebagainya.Abah Anam juga menjelaskan, selain mengaji Al-Qur’an, para peserta juga diajak bersama-sama mempelajari kitab tajwid, masing-masing Hidayatush-Shibyan, Tuhfatul Athfal, Jazariyah, dan Asy-Syatibiyah. Semua kitab tersebut berbentuk nadhaman (syair) dengan menggunakan lagu yang lain setiap kitabnya.“Kitab Hidayatush-Shibyan dan Tuhfatul Athfal fokus membahas hukum nun sukun dan tanwin bertemu dengan huruf hijaiyah, mim sukun bertemu dengan huruf hijaiyah, hukum mad (panjang-pendek) dll. Sementara kitab Jazariyah lebih fokus pada pembahasan makharijul huruf dan sifatul huruf. Dan kitab Syatibiyah membahas soal Riwayat.” jelas Abah Anam.**

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)