Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home sports detail berita

Dimarahin Sergio Conceicao di Babak I, Pemain Milan Bangkit Kalahkan Juve 2-1 di Semifinal Piala Super Italia

haris budiman Sabtu, 04 Januari 2025 - 07:13 WIB
Dimarahin Sergio Conceicao di Babak I, Pemain Milan Bangkit Kalahkan Juve 2-1 di Semifinal Piala Super Italia
Gestur marah Sergio Conceicao kepada anak asuhnya saat laga Juventus vs Milan, Sabtu (4/1/2025) dini hari wib. (foto: Footballitalia)
LANGIT7.ID-Pelatih AC Milan Sergio Conceicao mengaku sempat marah ke pemainnya saat jeda babak I pada laga semifinal Piala Super Italia atau Super Coppa Italia pada Sabtu (4/1/2025) dini hari wib.

"Saya di sini bukan untuk berteman, saya di sini untuk menang," kata Conceicao, sebagaimana dikutip dari football-italia. Milan tertinggal 0-1 di babak pertama dari Juventus. Kenan Yildiz membawa keunggulan bagi Juve melalui tendangan keras, memanfaatkan kesalahan antisipasi bek Milan, Theo Hernandez.

Usai dimarahi pelatih baru mereka, Milan bangkit di babak kedua dengan mencetak dua gol.

Christian Pulisic dijatuhkan oleh Manuel Locatelli dan mengonversi tendangan penalti.

Hanya empat menit kemudian, umpan silang Yunus Musah berhasil dibelokkan oleh Federico Gatti untuk membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1. Setelah peluit akhir dibunyikan, para pemain Rossoneri berkumpul membentuk lingkaran untuk merayakannya.

“Sepak bola adalah gairah dan kegembiraan, ini adalah momen-momen yang luar biasa,” kata Conceicao kepada Sport Mediaset.

“Mereka pantas mendapatkan kemenangan ini untuk penampilan di babak kedua, sedangkan di babak pertama saya melihat Milan yang sama dengan yang bermain beberapa pekan lalu, dengan para pemain yang ragu-ragu di lini pertahanan, terlalu lelah memindahkan bola, salah dalam mengatur waktu untuk menekan," imbuhnya.

Conceicao lebih suka marah ketimbang baik-baik

Menurut Conceicao, ia mengubah beberapa hal, saling menatap mata satu sama lain dan para pemain harus menyadari apa yang harus mereka lakukan untuk memenangkan pertandingan.

"Mereka harus melakukan apa yang telah kami persiapkan, maka itu adalah tanggung jawab saya jika kami kalah 0-2 atau 0-3, jadi mereka benar-benar berani di babak kedua dan itu benar-benar berbeda dengan babak pertama.

“Saya senang, namun kami belum melakukan apa pun, kami berada di final dan harus mempersiapkan diri untuk menghadapi Inter.”

Ini sudah terasa seperti pendekatan yang sangat berbeda dengan gaya manajemen ayah-anak dari Stefano Pioli, yang berada di tribune penonton malam, atau gaya diplomasi lembut dari pelatih Milan sebelumnya, Paulo Fonseca.

“Selama lima menit di ruang ganti, saya tentu saja tidak memberikan ciuman dan pelukan kepada tim. Faktanya, saya cukup marah, karena mereka tidak melakukan apa yang saya minta atau persiapkan. Saya melihat sekelompok pemain yang rendah hati, terkadang mereka kurang memiliki tekad untuk melangkah lebih jauh, namun hal tersebut bisa datang seiring berjalannya waktu,” aku Conceicao.

“Para pemain membutuhkan kata-kata yang baik, tetapi juga terkadang kata-kata yang kasar. Saya akan jujur, saya bukan pelatih yang suka memeluk dan meyakinkan para pemain saya, saya cenderung lebih sering marah daripada yang lainnya.

“Hal yang penting bagi skuat ini adalah bekerja keras, memiliki banyak energi positif dan berusaha mencapai tujuan bersama, karena mereka memiliki kualitas. Saya senang bahwa tim menerima pesan saya, menerima bahwa saya bukanlah pelatih yang banyak tersenyum, karena saya tidak berada di sini untuk berteman, tetapi saya di sini untuk menang.”

Debut manis Conceicao pun bisa berujung gelar pertamanya bersama Rossoneri. Milan akan melawan Inter pada final Piala Super Coppa pada Senin malam atau Selasa (7/1/2025) dini hari wib. (*)

(hbd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)