Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 01 September 2026
home global news detail berita

Baret Merah dan Harga Sebuah Kehormatan: Saat Purnawirawan TNI Murka karena Simbol Militer Dipakai Ormas

tim langit 7 Kamis, 01 Mei 2025 - 20:27 WIB
Baret Merah dan Harga Sebuah Kehormatan: Saat Purnawirawan TNI Murka karena Simbol Militer Dipakai Ormas
LANGIT7.ID-Jakarta; Simbol kehormatan bagi prajurit elite TNI kembali menjadi sorotan setelah pernyataan tajam dari Letjen (Purn) Sutiyoso mengenai atribut organisasi kemasyarakatan (ormas) yang menyerupai militer. Mantan Gubernur Jakarta itu secara terbuka mendukung revisi Undang-Undang Ormas karena merasa gerah dengan perilaku ormas yang menurutnya semakin menyerupai pasukan militer dalam hal pakaian dan sikap.

“Bahwa saya sangat endukung Pak Tito Mendagri mau merevisi UU Ormas ini. Bukan tingkah laku mereka saja yang harus dievaluasi, tapi juga cara berpakaian,” ujar Sutiyoso, Minggu (27/4/2025).

Lebih lanjut, dia menyoroti penggunaan atribut seperti baret merah oleh ormas. “Pasukan khusus, misalnya, bagaimana kita itu untuk mendapatkan baret merah, enam bulan latihannya. Dari Batujajar, ke gunung hutan, jalan 10 hari ke Cilacap, ke Nusakambangan pakai baret merah, tahu-tahu dipakai ormas-ormas ini, kita sangat kecewa lah,” tandasnya.

Ucapan ini memicu reaksi keras dari Ketua Umum Grib Jaya, Rosario de Marshall atau yang dikenal dengan nama Hercules. Dalam pernyataannya, Hercules mengecam balik Sutiyoso dan melontarkan hinaan secara langsung. “Kayak pak Sutiyoso itu ngapain, pak Sutiyoso itu nggak usahlah menyinggung ormas. Sudahlah, kalau saya bilang mulutmu sudah bau tanah. Enggak usah nyinggung-nyinggung kita (Grib Jaya),” ucap Hercules, Selasa (29/4/2025).

Komentar itu sontak membuat marah sejumlah tokoh militer, termasuk Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Dalam siaran yang tayang secara daring pada Kamis (1/5/2025), Gatot meluapkan kemarahannya terhadap Hercules dan menilai bahwa ormas Grib Jaya hanya berkedok sebagai organisasi legal, padahal sejatinya hanyalah kelompok preman. “Kamu (Hercules) itu kan preman, memakai pakaian (berkedok) ormas,” geram Gatot Nurmantyo.

Ia menilai penghinaan terhadap Sutiyoso tidak hanya menyentuh pribadi, tetapi juga merendahkan para purnawirawan TNI yang selama ini berjuang mempertahankan kehormatan institusi militer. “Hei, kau juga menghina presiden saya. Presiden Prabowo itu Komandan Jenderal Kopassus, Pangkostrad presiden saya, kau bilang bau-bau tanah lagi, saya juga bau bau tanah, yang sopan bicara,” beber Gatot.

Tak berhenti di situ, Gatot juga mengungkit praktik dukungan ormas terhadap calon kepala daerah dalam Pilkada, yang menurutnya menyesatkan. Ia menyoroti pernyataan Grib Jaya yang lebih mementingkan loyalitas calon kepada ormas ketimbang kepada rakyat. “Di Jawa Barat mengatakan kalau ingin didukung oleh Grib, pertama mencintai dulu Grib, baru mencintai rakyat. Pakai dong otakmu. Gubernur, bupati, walikota itu harus mencintai rakyat dulu karena yang milih rakyat, bukan grib. Preman itu,” tegasnya.

Puncak kekesalan Gatot datang ketika membahas insiden pembakaran mobil polisi oleh anggota Grib Jaya di Depok. Tindakan itu dilakukan sebagai respons atas penangkapan Ketua Ranting Grib Jaya Kelurahan Harjamukti. Bagi Gatot, kejadian tersebut merupakan bentuk nyata premanisme yang mengancam ketertiban umum dan integritas negara.

“Kalau saya diam, orang akan menyangka bahwa polisi udah nggak ada, akhirnya ke preman. Ini bahaya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Polemik ini menyoroti ketegangan lama antara sebagian ormas yang bergaya militer dan tokoh-tokoh yang pernah mengabdi di institusi TNI. Simbol dan atribut seperti baret merah bukan sekadar aksesori, tapi hasil dari pengorbanan dan pelatihan berat yang panjang. Ketika simbol itu dianggap disepelekan, bukan hanya soal estetika yang dipermasalahkan, tetapi juga menyangkut harga diri, nilai sejarah, dan penghormatan pada perjuangan militer Indonesia.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 01 September 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan