LANGIT7.ID-Jakarta; Para pemimpin Arab dan Muslim bakal berkumpul di Doha hari Senin dalam sebuah pertemuan darurat, menyusul serangan Israel yang menargetkan tokoh Hamas di Qatar pekan lalu.
Serangan mematikan itu dilakukan oleh sekutu Amerika Serikat di wilayah sekutu AS lainnya, dan langsung memicu kritik keras, termasuk dari Presiden Donald Trump.
Pertemuan darurat ini akan jadi ajang unjuk persatuan negara-negara Teluk sekaligus memberi tekanan tambahan pada Israel, yang kini menghadapi desakan dunia internasional agar segera mengakhiri perang dan krisis kemanusiaan di Gaza.
Dalam agenda pertemuan, para pemimpin akan membahas rancangan resolusi yang sudah disiapkan dalam rapat menteri sehari sebelumnya. Rancangan itu menegaskan bahwa serangan Israel di Doha dan berbagai tindakannya yang lain mengancam upaya normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab.
Disebutkan bahwa serangan Israel di Qatar, ditambah aksi genosida, pembersihan etnis, pengepungan, kelaparan, serta kebijakan kolonisasi dan ekspansi, bukan hanya merusak prospek perdamaian di kawasan, tetapi juga mengancam semua pencapaian yang sudah ada dalam proses normalisasi hubungan, baik perjanjian yang berjalan maupun yang sedang direncanakan.
Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dalam rapat menteri hari Minggu, menegaskan perlunya dunia menolak standar ganda dan menuntut Israel bertanggung jawab atas semua tindakannya.
“Sudah saatnya komunitas internasional berhenti menggunakan standar ganda dan menghukum Israel atas semua kejahatan yang telah dilakukannya,” ucap Sheikh Mohammed. Ia menambahkan, perang pemusnahan Israel di Gaza tidak akan berhasil.
Menurutnya, “Yang mendorong Israel terus melanjutkan perang ini adalah sikap diam dan ketidakmampuan komunitas internasional untuk membuatnya bertanggung jawab.”
Beberapa pemimpin yang dipastikan hadir di Doha antara lain Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Sementara Presiden Palestina Mahmoud Abbas sudah tiba di Doha pada Minggu.
(lam)