home masjid

Laksamana Cheng Ho, Pengembara China Muslim yang Diabadikan di Tanah Jawa

Jum'at, 23 Juli 2021 - 09:15 WIB
Masjid Ceng Ho di Surabaya. (Foto: Istimewa).
Sebuah masjid berdiri di Jalan Gading Ketabang, Kota Surabaya, memilik desain bangunan mirip dengan klenteng. Bangunan ini berdiri atas prakarsa sejumlah tokoh dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya.

Pembangunan masjid ini diawali dengan peletakkan batu pertama pada 15 Oktober 2001 bertepatan dengan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Rekonstruksinya dilaksanakan 10 Maret 2002 dan baru diresmikan 13 Oktober 2002.

Masjid Cheng Ho, atau juga dikenal dengan nama Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya. Bangunannya didominasi warna merah dan ornamen bernuansa Tiongkok lama. Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda, terdapat juga relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam huruf Arab.

Nama masjid ini merupakan bentuk penghormatan pada Cheng Ho, Laksamana asal Cina yang beragama Islam. Dalam perjalanannya di kawasan Asia Tenggara, Cheng Ho bukan hanya berdagang dan menjalin persahabatan, juga menyebarkan agama Islam.

Laksamana Cheng Ho dulunya memimpin armada besar dan melakukan pelayaran ke berbagai penjuru dunia. Dia berada di kapal besar, mengomandani 208 kapal-kapal lainnya dengan 27.800 awak.

Selama kurang lebih 28 tahun, Laksamana Cheng Ho pernah melakukan ekspedisi ke berbagai penjuru negeri, termasuk Indonesia. Saat berada di wilayah Nusantara, dia mengunjungi Tanah Jawa dan Sumatera.

Armada Laksamana Ceng Ho berlabuh di Tuban, lalu menyusuri Pantai Utara Jawa dan singgah di beberapa daerah hingga mencapai Sumatera. Saat berlabuh itulah dia menyebarkan agama Islam.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
masjid sejarah islam cina muslim
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya