Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 09 Juli 2026
home masjid detail berita

Laksamana Cheng Ho, Pengembara China Muslim yang Diabadikan di Tanah Jawa

fajar adhitya Jum'at, 23 Juli 2021 - 09:15 WIB
Laksamana Cheng Ho, Pengembara China Muslim yang Diabadikan di Tanah Jawa
Masjid Ceng Ho di Surabaya. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Surabaya - Sebuah masjid berdiri di Jalan Gading Ketabang, Kota Surabaya, memilik desain bangunan mirip dengan klenteng. Bangunan ini berdiri atas prakarsa sejumlah tokoh dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya.

Pembangunan masjid ini diawali dengan peletakkan batu pertama pada 15 Oktober 2001 bertepatan dengan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Rekonstruksinya dilaksanakan 10 Maret 2002 dan baru diresmikan 13 Oktober 2002.

Masjid Cheng Ho, atau juga dikenal dengan nama Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya. Bangunannya didominasi warna merah dan ornamen bernuansa Tiongkok lama. Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda, terdapat juga relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam huruf Arab.

Nama masjid ini merupakan bentuk penghormatan pada Cheng Ho, Laksamana asal Cina yang beragama Islam. Dalam perjalanannya di kawasan Asia Tenggara, Cheng Ho bukan hanya berdagang dan menjalin persahabatan, juga menyebarkan agama Islam.

Laksamana Cheng Ho dulunya memimpin armada besar dan melakukan pelayaran ke berbagai penjuru dunia. Dia berada di kapal besar, mengomandani 208 kapal-kapal lainnya dengan 27.800 awak.

Selama kurang lebih 28 tahun, Laksamana Cheng Ho pernah melakukan ekspedisi ke berbagai penjuru negeri, termasuk Indonesia. Saat berada di wilayah Nusantara, dia mengunjungi Tanah Jawa dan Sumatera.

Armada Laksamana Ceng Ho berlabuh di Tuban, lalu menyusuri Pantai Utara Jawa dan singgah di beberapa daerah hingga mencapai Sumatera. Saat berlabuh itulah dia menyebarkan agama Islam.

Laksamana Cheng Ho berasal dari bangsa Hui, salah satu bangsa minoritas Cina. Pengembara ini lahir pada 1371, dengan nama Ma He. Meski berasal dari Cina, namun dia masih keturunan bangsawan Persia, keturunan Sayyid Ajjal Syams al-Din Umar yang punya posisi strategis di Kekaisaran Mongol.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 09 Juli 2026
Imsak
04:34
Shubuh
04:44
Dhuhur
12:01
Ashar
15:23
Maghrib
17:55
Isya
19:08
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan