Menanti Emas dari Vidya Rafika di Tokyo, Momen Merah Putih Berkibar Kembali
Azhar azis
Jum'at, 23 Juli 2021 - 10:04 WIB
Petembak Vidya Rafika Rahmatan berlatih dalam Pelatnas cabang menembak di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Jumat (12/6/2020). ANTARA FOTO/ Aditya Pradana Putra
Hari ini, petembak putri Indonesia Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba mulai berjuang meraih emas di nomor 10 meter air rifle putri di Lapangan Tembak Asaka, Tokyo. Sebelum menyabet prestasi puncak, Vidya terlebih dulu melewati kualifikasi nomor 10 meter air rifle putri pukul 08.30 waktu setempat, Sabtu (23/7).
Vidya menjadi salah seorang yang berpeluang meraih medali pertama Olimpiade Tokyo untuk Indonesia. Jika berhasil menembus babak final, perjuangan selanjutnya adalah membawa pulang medali emas. Doa dari Tanah Air mengiringi langkah Vidya serta semua atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo.
Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba membawa nama harum Indonesia di Olimpiade Tokyo yang dibuka hari ini, 23 Juli. Atlet kelahiran 27 Mei 2001 ini lolos ke Olimpiade Tokyo dan mencatat sejarah cabang olahraga menembak Indonesia. Sebelumnya, tidak ada petembak Tanah Air lolos kualifikasi Olimpiade. Kini Merah Putih berkibar kembali di cabang ini setelah empat periode absen.
Sebelumnya, di usianya yang masih 18 tahun, Vidya berhasil menyegel tiket Olimpiade Tokyo untuk nomor 10 meter Rifle Women berdasarkan hasil yang dicatatkannya dalam Asian Shooting Championships 2019 di Doha, Qatar. Kendati gagal mencapai final dan hanya mampu finis di urutan ke-14 babak kualifikasi, namun skor 625,4 yang dikumpulkan Vidya dalam ajang tersebut berhasil melampaui limit skor kualifikasi Olimpiade yang telah ditetapkan Federasi Olahraga Menembak Internasional (ISSF), yakni 625.
Gadis berusia 20 tahun ini kembali ikut uji coba internasional dalam kejuaraan dunia menembak ISSF World Cup 2021 di New Delhi, India pada 15-26 Maret lalu. Dia meraih medali perunggu setelah menempati posisi ketiga pada nomor beregu 50 meter rifle three positions putri bersama Audrey Zahra dan Monica Daryanti. Pada nomor individu 10m Air Rifle Women, Vidya menempati peringkat kesembilan dengan skor akhir 627,8.
Petembak peringkat 23 dunia ini kemudian menjajal kemampuan dalam ISSF World Cup Rifle Pistol di Kroasia, 20 Juni-3 Juli, sebelum berangkat ke Tokyo. Turnamen terakhir tersebut dimanfaatkan Vidya untuk merasakan atmosfer pertandingan Olimpiade sekaligus menentukan strategi karena para petembak dunia juga ikut ambil bagian. Hari ini adalah pembuktiannya. Doa terbaik untuk Vidya, bawa pulang emas untuk Indonesia tercinta!
Biodata Singkat
Vidya menjadi salah seorang yang berpeluang meraih medali pertama Olimpiade Tokyo untuk Indonesia. Jika berhasil menembus babak final, perjuangan selanjutnya adalah membawa pulang medali emas. Doa dari Tanah Air mengiringi langkah Vidya serta semua atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo.
Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba membawa nama harum Indonesia di Olimpiade Tokyo yang dibuka hari ini, 23 Juli. Atlet kelahiran 27 Mei 2001 ini lolos ke Olimpiade Tokyo dan mencatat sejarah cabang olahraga menembak Indonesia. Sebelumnya, tidak ada petembak Tanah Air lolos kualifikasi Olimpiade. Kini Merah Putih berkibar kembali di cabang ini setelah empat periode absen.
Sebelumnya, di usianya yang masih 18 tahun, Vidya berhasil menyegel tiket Olimpiade Tokyo untuk nomor 10 meter Rifle Women berdasarkan hasil yang dicatatkannya dalam Asian Shooting Championships 2019 di Doha, Qatar. Kendati gagal mencapai final dan hanya mampu finis di urutan ke-14 babak kualifikasi, namun skor 625,4 yang dikumpulkan Vidya dalam ajang tersebut berhasil melampaui limit skor kualifikasi Olimpiade yang telah ditetapkan Federasi Olahraga Menembak Internasional (ISSF), yakni 625.
Gadis berusia 20 tahun ini kembali ikut uji coba internasional dalam kejuaraan dunia menembak ISSF World Cup 2021 di New Delhi, India pada 15-26 Maret lalu. Dia meraih medali perunggu setelah menempati posisi ketiga pada nomor beregu 50 meter rifle three positions putri bersama Audrey Zahra dan Monica Daryanti. Pada nomor individu 10m Air Rifle Women, Vidya menempati peringkat kesembilan dengan skor akhir 627,8.
Petembak peringkat 23 dunia ini kemudian menjajal kemampuan dalam ISSF World Cup Rifle Pistol di Kroasia, 20 Juni-3 Juli, sebelum berangkat ke Tokyo. Turnamen terakhir tersebut dimanfaatkan Vidya untuk merasakan atmosfer pertandingan Olimpiade sekaligus menentukan strategi karena para petembak dunia juga ikut ambil bagian. Hari ini adalah pembuktiannya. Doa terbaik untuk Vidya, bawa pulang emas untuk Indonesia tercinta!
Biodata Singkat