Ketika Imam Masjid Inggris Hakeem Ahmed Menjadi Polisi
Muhajirin
Senin, 17 Januari 2022 - 11:28 WIB
Hakeem Ahmed dengan seragam polisinya. (foto: BBC.com)
Hakeem Ahmed merupakan imam masjid di Inggris yang bergabung menjadi Polisi Nottinghamshire. Ia memilih profesi itu karena terinspirasi dari sang kakek, Muhammad Hussain, yang menjadi salah satu pahlawan di Perang Dunia II.
Alasan Hakeem cukup sederhana. Ia hanya ingin melayani dan melindungi orang lain, seperti yang dilakukan sang kakek saat bergabung dengan Angkatan Laut Kerajaan. Memang, dalam perang dunia II, 5,5 juta muslim diperkirakan berpartisipasi di pihak sekutu.
Pria berusia 46 tahun itu mengatakan, sang kakek memiliki pengalaman yang sangat heroik. Ia ikut berperang bersama adik. Namun, adik Hussein meninggal dunia karena kapal yang ditumpangi terkena bom.
"Kakek saya ada di satu kapal dan adik laki-lakinya ada di kapal lain. Kapal saudaranya dibom dan dia terbunuh. Kakek saya sangat terpengaruh oleh perang dan menolak untuk membicarakannya, tetapi saya sangat bangga dengan keberanian dan rasa kewajibannya," kata Hakeem, dikutip BCC, Senin (17/1/2022).
Ayah empat anak itu menjadikan sang kakek sebagai idola. Ia ingin melindungi dan melayani masyarakat. "Dia pria yang cukup besar dan ketika saya biasa melihatnya, saya kagum padanya --saya hanya ingin menjadi seperti dia," katanya.
Kekaguman pada sang kakek itu memuat Hakeem terdorong untuk menjadi seorang polisi. Dia mengikuti program The Police Constable Degree Apprenticeship (PCDA), semacam pendidikan sertifikasi kepolisian. Saat ini, ia tengah tengah mengikuti pelatihan di sana.
"Sebagai seorang ulama dan Imam Islam, saya merasa bahwa saya dapat mewakili komunitas saya di dalam pemerintahan. Saya ingin menginspirasi Muslim lain dan orang-orang dari berbagai latar belakang etnis untuk bergabung dengan polisi, serta kelompok usia yang lebih tua," ucap Hakeem.
Alasan Hakeem cukup sederhana. Ia hanya ingin melayani dan melindungi orang lain, seperti yang dilakukan sang kakek saat bergabung dengan Angkatan Laut Kerajaan. Memang, dalam perang dunia II, 5,5 juta muslim diperkirakan berpartisipasi di pihak sekutu.
Pria berusia 46 tahun itu mengatakan, sang kakek memiliki pengalaman yang sangat heroik. Ia ikut berperang bersama adik. Namun, adik Hussein meninggal dunia karena kapal yang ditumpangi terkena bom.
"Kakek saya ada di satu kapal dan adik laki-lakinya ada di kapal lain. Kapal saudaranya dibom dan dia terbunuh. Kakek saya sangat terpengaruh oleh perang dan menolak untuk membicarakannya, tetapi saya sangat bangga dengan keberanian dan rasa kewajibannya," kata Hakeem, dikutip BCC, Senin (17/1/2022).
Ayah empat anak itu menjadikan sang kakek sebagai idola. Ia ingin melindungi dan melayani masyarakat. "Dia pria yang cukup besar dan ketika saya biasa melihatnya, saya kagum padanya --saya hanya ingin menjadi seperti dia," katanya.
Kekaguman pada sang kakek itu memuat Hakeem terdorong untuk menjadi seorang polisi. Dia mengikuti program The Police Constable Degree Apprenticeship (PCDA), semacam pendidikan sertifikasi kepolisian. Saat ini, ia tengah tengah mengikuti pelatihan di sana.
"Sebagai seorang ulama dan Imam Islam, saya merasa bahwa saya dapat mewakili komunitas saya di dalam pemerintahan. Saya ingin menginspirasi Muslim lain dan orang-orang dari berbagai latar belakang etnis untuk bergabung dengan polisi, serta kelompok usia yang lebih tua," ucap Hakeem.
(jqf)